Pascabencana Sumatera, Pratikno Soroti Pentingnya Data Akurat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, punya pesan tegas. Dalam penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, semuanya harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Bukan sekadar asumsi atau proyek belaka.
“Ini akan terkait juga dengan mengacu pada pedoman strategis yang dirumuskan oleh Tim Pengarah, merujuk pada data tunggal, memastikan akurasi bagi intervensi jangan sampai tidak tepat dengan kebutuhan masyarakat ini agar membuat partisipasi yang bermakna supaya antara kebutuhan dengan yang dibangun oleh pemerintah itu sesuai,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Pratikno dalam sebuah rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis lalu. Intinya, seluruh intervensi pemerintah wajib punya dasar data yang solid. Kalau tidak, bantuan bisa meleset jauh dari apa yang sesungguhnya dibutuhkan korban di lapangan.
Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo Subianto sudah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Kepres ini membentuk Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, yang cakupannya meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Artikel Terkait
Kampus Sibuk Menghitung, Lupa Menimbang Makna
Angkringan Legendaris di Sleman Bertahan dengan Gorengan Rp 500, Meski Hujan Deras Tak Halangi Pelanggan
Brian Yuliarto: 82 Kampus Turun Langsung Bantu Pemulihan Pascabencana Sumatera
Roy Suryo Tegaskan Tak Ikut Jejak Eggi-Damai Temui Jokowi