Pasar saham kita diguncang sentakan tiba-tiba pada Senin siang (12/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles tajam, bahkan sempat menyentuh kejatuhan lebih dari 2 persen dalam hitungan menit. Pemicunya? Aksi jual besar-besaran yang menyasar saham-saham konglomerasi besar.
Menurut pantauan di papan perdagangan, situasi sempat sangat mencekam sekitar pukul setengah tiga sore. IHSG terperosok dalam hingga 2,48 persen ke level 8.715,41. Namun, yang menarik, indeks berhasil bangkit dengan cepat hanya dalam 3-5 menit setelahnya. Pada pukul 14.59 WIB, pelemahan sudah terpangkas jadi hanya 0,51 persen di posisi 8.891,01.
Tekanan jual paling keras datang dari saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu. BRPT anjlok 7,10 persen, disusul BREN, CDIA, dan PTRO yang juga terkapar dengan koreksi antara 4 hingga 6 persen lebih. Rupanya, tekanan ini menular ke grup konglomerat lain.
Saham-saham di bawah bendera Grup Bakrie, yang juga terkait dengan Grup Salim, ikut terhempas. BUMI melemah 4,33 persen, padahal sebelumnya sempat terjun bebas 12 persen. Nasib serupa dialami DEWA, yang sempat kolaps 13 persen sebelum akhirnya mengurangi kerugiannya.
Tak cuma itu, aksi jual panik ternyata menyapu saham milik Happy Hapsoro. RAJA merosot lebih dari 10 persen, sementara RATU, anak usahanya, juga terperosok sekitar 9 persen. Saham tambang Salim, AMMN, tak luput, sempat jatuh 8 persen. Bahkan saham properti PANI dari Agung Sedayu ikut terseret koreksi.
Kejatuhan mendadak ini terasa ironis. Pasalnya, baru beberapa hari sebelumnya, tepatnya pada 8 Januari, IHSG justru sedang bersorak merayakan rekor baru dengan sentuhan perdana di level 9.000 secara intraday. Kini, suasana berubah drastis.
Artikel Terkait
Prabowo Pacu 11 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 101 Triliun
Komisaris Utama ENVY Muliandy Nasution Meninggal Dunia
Setelah 32 Tahun, Kilang Balikpapan Resmi Jadi yang Terbesar dengan Investasi Rp 123 Triliun
Prabowo Beri Simon Mandat Penuh: Bersihkan Pertamina, Jangan Ragu Pecat yang Tak Bekerja Baik