Besarnya Rp 600 ribu per bulan per keluarga, dan akan cair selama tiga bulan. Menurut catatan terbaru, ada 3.489 kepala keluarga yang tercatat sebagai penerima. Dari angka itu, proses penyaluran sudah mulai jalan. Abdul menyebut, hingga Selasa lalu, lebih dari seribu keluarga sudah merasakan manfaatnya.
“Dari jumlah itu, 3.251 rekening penerima telah disiapkan, dengan 1.141 kepala keluarga telah menerima penyaluran hingga Selasa, 13 Januari 2026,” ujarnya.
Intinya, baik huntara maupun DTH ini adalah bantuan jembatan. Tujuannya jelas: memberi napas bagi korban bencana yang rumahnya hancur, sembari menunggu solusi permanen.
“Mereka nantinya akan mendapatkan hunian tetap (huntap) dan diharapkan dapat cepat pulih dengan tempat tinggal baru,” tutur Abdul.
Di sisi lain, pembangunan huntap itu sendiri ternyata juga sudah dimulai. Prosesnya berjalan paralel, tidak menunggu huntara rampung semua. Data per Rabu menunjukkan, usulan dari pemda mencapai 3.460 unit. Dan saat ini, ratusan unit di antaranya tepatnya 648 sedang dalam tahap pembangunan. Sebuah langkah yang diharapkan bisa mempercepat pemulihan kehidupan warga.
Artikel Terkait
Salam Ganesha yang Membawa Pulang: Sebuah Panggilan Setelah Dua Dekade
SBY Tegaskan AHY sebagai Satu-satunya Matahari yang Tentukan Arah Partai Demokrat
Gadis 13 Tahun Hilang Diduga Dibawa Kabur Pria yang Dikenal di TikTok
Dinginnya Harbin Tak Halangi Seniman Bali Ukir Kemenangan di Dunia Es