Di Gedung Putih, Rabu lalu, Presiden AS Donald Trump membuat klaim mengejutkan. Ia menyebut bahwa pembunuhan terhadap para demonstran di Iran telah dihentikan. Bahkan, rencana eksekusi yang sempat beredar pun dibatalkan.
"Sumber penting di pihak lain mengatakan pembunuhan telah berhenti dan eksekusi tidak akan dilakukan," ujar Trump.
Ia melanjutkan dengan nada yang agak meragukan, "Seharusnya hari ini ada banyak eksekusi, tetapi itu tidak akan terjadi kita akan lihat apakah benar."
Klaim Trump ini seolah mendapat penguatan dari pihak Iran sendiri. Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan pemerintah punya kendali penuh atas situasi. Kepada Fox News, ia meyakinkan bahwa tidak akan ada hukuman gantung, baik hari ini maupun besok. Menurutnya, situasi sudah kembali tenang.
Tapi benarkah semuanya sudah mereda? Laporan dari kelompok-kelompok HAM justru menggambarkan situasi yang jauh lebih suram dan bertolak belakang.
Artikel Terkait
Mahfud MD Tegaskan Rekrutmen Polri Tak Lagi Terbuka untuk Titipan
Di Tengah Keterpurukan, PKP Gelar Munas 2026 untuk Cari Manajer, Bukan Raja
Prabowo Undang Rektor dan Guru Besar, Bahas Strategi Pendidikan Hadapi Gejolak Global
RUU Hukum Acara Perdata Digodok, Aturan Perampasan Aset hingga E-Court Masuk Bahasan