Malam itu di Palagan, Sleman, rasanya seperti mimpi buruk yang tiba-tiba jadi nyata. Saya dan mas Ahmad, driver ojol yang membonceng saya, sama-sama merasakannya. Kejadiannya berlangsung cepat, tapi dampaknya jelas terasa: trauma dan luka.
Menurut penglihatan saya, sepeda motor kami sama sekali tidak ngebut. Posisinya juga tidak di tengah jalan. Tiba-tiba saja, dari belakang, sebuah mobil menghantam kami. Motor pun terjungkal.
Yang terjadi selanjutnya justru lebih membuat hati ciut. Pengemudi mobil itu turun, tapi bukan untuk menolong. Malah sebaliknya. Dia langsung memaki, mengintimidasi dengan senjata api, membentak-bentak. Bahkan, mas Ahmad sampai diludahi. Sungguh perlakuan yang tidak pantas.
Tak lama, seorang perempuan berjilbab keluar dari mobil sambil asyik merokok. Alih-alih menenangkan, dia ikut-ikutan menyalahkan kami dengan kata-kata yang kasar.
Saya minta maaf, saat itu tidak sempat merekam video. Rasa takut karena ancaman yang menganga membuat saya hanya bisa mengambil satu foto sebagai bukti.
Artikel Terkait
Fahri Hamzah Bicara Shadow Power, Ini Tantangan Kedaulatan Finansial di Balik Layar
Di Balik Angka Pertanian yang Gemilang, Hidup Petani Masih Berliku
Randu Raksasa Tuksongo: Bertahan atau Tumbang demi Keselamatan?
Video Zulhas Hina Shalat: Kok Bisa Bebas Berkeliaran?