Kengerian di Palagan: Ojol Ditabrak, Lalu Dihujani Makian dan Ancaman Senjata Api

- Kamis, 15 Januari 2026 | 06:40 WIB
Kengerian di Palagan: Ojol Ditabrak, Lalu Dihujani Makian dan Ancaman Senjata Api

Malam itu di Palagan, Sleman, rasanya seperti mimpi buruk yang tiba-tiba jadi nyata. Saya dan mas Ahmad, driver ojol yang membonceng saya, sama-sama merasakannya. Kejadiannya berlangsung cepat, tapi dampaknya jelas terasa: trauma dan luka.

Menurut penglihatan saya, sepeda motor kami sama sekali tidak ngebut. Posisinya juga tidak di tengah jalan. Tiba-tiba saja, dari belakang, sebuah mobil menghantam kami. Motor pun terjungkal.

Yang terjadi selanjutnya justru lebih membuat hati ciut. Pengemudi mobil itu turun, tapi bukan untuk menolong. Malah sebaliknya. Dia langsung memaki, mengintimidasi dengan senjata api, membentak-bentak. Bahkan, mas Ahmad sampai diludahi. Sungguh perlakuan yang tidak pantas.

Tak lama, seorang perempuan berjilbab keluar dari mobil sambil asyik merokok. Alih-alih menenangkan, dia ikut-ikutan menyalahkan kami dengan kata-kata yang kasar.

Saya minta maaf, saat itu tidak sempat merekam video. Rasa takut karena ancaman yang menganga membuat saya hanya bisa mengambil satu foto sebagai bukti.

Dari kejadian singkat itu, saya ingat betul ciri-ciri mereka. Keduanya memakai kacamata. Perempuannya berjilbab dan bertubuh gemuk. Sementara si pengemudi laki-laki berambut pendek dan juga berperut buncit. Mobil yang mereka tumpangi adalah Hyundai dengan plat nomor B 101" EIC. Ini sekadar informasi awal, tentu saja kami tunggu klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Untuk mas Ahmad, saya doakan semoga cepat pulih dan bisa kembali bekerja.

Kejadian seperti ini harus jadi peringatan untuk kita semua, terutama rekan-rekan driver dan pengguna jalan lain. Di jalan raya, keselamatan seharusnya jadi hak semua orang, bukan cuma milik mereka yang merasa kuat.

Saya harap cerita ini bisa dibagikan. Bukan untuk menyebar kebencian, tapi agar kejadian serupa tidak terulang dan yang berwenang segera bertindak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar