Korban akhirnya tiba di kos sekitar tengah malam, membawakan makanan untuk suaminya. Tapi, damai itu tak bertahan lama. Keesokan paginya, konflik kembali meledak saat Ahmad sekali lagi meminta istrinya untuk libur kerja. Permintaan itu lagi-lagi ditolak dengan alasan yang sama: takut dipecat.
Namun begitu, ada satu hal lain yang benar-benar menyulut bara dalam dada Ahmad. Ia menemukan percakapan di WhatsApp sang istri dengan seorang tamu spa. Itu jadi pukulan terberat.
“Nah, udah begitu kan saya nyadap WA-nya. Katanya kamu jangan chattingan sama tamu soalnya saya kan sakit hati. Soalnya kan kamu lupa ngapus chat,” jelasnya dengan nada kesal.
Menurut pengakuannya, sang istri malah membalas dengan ocehan tentang kondisi keuangan mereka. Saat itulah, emosi Ahmad meledak. Ia tak bisa lagi berpikir jernih.
“Dari situ langsung saya piting,” ungkapnya singkat tentang aksi mematikan yang dilakukannya.
Jasad korban kemudian ditemukan terbaring di kamar kosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kayuringin Jaya. Penemuan itu terjadi pada Kamis dini hari, tanggal 8 Januari.
Berbekal penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap Ahmad Riansyah. Lokasi penangkapannya di Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu, 11 Januari. Kini, statusnya sudah resmi sebagai tersangka yang akan menjalani proses hukum.
Artikel Terkait
KPK Selidiki Aliran Dana Kuota Haji ke Ketua Bidang Ekonomi PBNU
Wamendagri Soroti Lonjakan Sampah, Aglomerasi Jadi Solusi Kolaboratif
Ray Rangkuti Peringatkan Wacana Pilkada Lewat DPRD: Bom Waktu Korupsi dan Sandera Politik
Teman Lama Dibunuh, Jenazah Ditemukan Terikat di TPU Bekasi