Rekan kerja korban, Tengku Tari Ashari, membenarkan bahwa kedua pria malang itu adalah pegawai BPR Dana Amanah. Mereka sedang dalam perjalanan dinas untuk menagih kewajiban nasabah di Kecamatan Langgam. Pukul 11.00 WIB, mereka berangkat dari Pangkalan Kerinci dengan mobil dinas itu. Tak ada yang menyangka, itu adalah perjalanan terakhir.
Korban pertama adalah Tengku Eli Yarti (40). Ia warga Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, dan meninggalkan seorang suami serta satu anak. Sementara korban kedua adalah sopirnya, Bagus Ari Firmansyah (34), yang berasal dari Kecamatan Pangkalan Lesung.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi menyebut kecepatan tinggi diduga menjadi pemicu. Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizyan Hanafi, menjelaskan mobil itu oleng dan kehilangan kendali saat pengemudi berusaha mendahului kendaraan lain.
“Mobil ini melaju kencang dari arah Kerinci menuju Langgam lalu oleng ke kanan mentabrak pembatas jalan lalu terjun ke parit,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung. Mobil dinas yang jadi saksi bisu tragedi itu telah diamankan polisi sebagai barang bukti. Jalanan yang biasa dilalui kendaraan proyek itu kini kembali sepi, hanya meninggalkan kenangan pilu bagi keluarga yang ditinggalkan.
Artikel Terkait
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET
APPSI Perkuat Peran Stabilisasi Harga Pangan Dukung Program Pemerintah
Dua Pria Bersenjata Celurit Rampok Minimarket di Palangka Raya
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum