Angka itu sepertinya membuatnya berpikir sejenak. Namun begitu, ia lalu melanjutkan langkah menuju area penjualan ikan. Antusiasme warga tak kunjung padam; sorak-sorai menyambutnya di sepanjang lorong pasar.
"Gibran, Gibran, Gibran!" teriak mereka penuh semangat.
Tak cuma sekadar melihat, Gibran tampak membeli beberapa jenis ikan dan sayuran langsung dari pedagang. Ia memborong, begitu kira-kira. Beberapa warga lainnya berhasil menyelipkan diri untuk sekadar bersalaman atau meminta swafoto bersama. Suasana cair dan penuh tawa.
Kunjungan singkat itu, meski hanya sebentar, meninggalkan kesan mendalam. Pasar yang biasanya ramai dengan transaksi jual-beli, siang itu diwarnai oleh kehadiran tamu istimewa yang mau menyapa dan bertransaksi langsung.
Artikel Terkait
Publik Desak Pandji Segera Rilis Mens Rea 2: Bahan Kritik Masih Melimpah
Cemburu Buta dan Percakapan WhatsApp yang Tak Terhapus, Suami Tewaskan Istri di Bekasi
Pakar Hukum Tata Negara Sindir Wacana Pilkada Lewat DPRD: Itu Bumerang, Politik Uang Malah Makin Mudah
Kantin Ibu Tatang: Warung Legendaris di Sekeloa yang Hangatkan Hati dan Perut Mahasiswa