Cemburu Buta dan Percakapan WhatsApp yang Tak Terhapus, Suami Tewaskan Istri di Bekasi

- Selasa, 13 Januari 2026 | 16:30 WIB
Cemburu Buta dan Percakapan WhatsApp yang Tak Terhapus, Suami Tewaskan Istri di Bekasi

Rasa cemburu buta, ternyata jadi pemicu utama di balik kasus pembunuhan yang mengerikan di sebuah kos-kosan Bekasi Selatan. Pelakunya, Ahmad Riansyah (29), mengakhiri nyawa sang istri, seorang terapis spa berinisial SM (23). Mereka berdua sebenarnya sudah menikah, meski lewat ikatan pernikahan siri.

Semuanya berawal dari kondisi Ahmad yang sedang sakit. Ia ingin ditemani, tapi sang istri tak bisa mengambil cuti dari pekerjaannya. Hal ini kemudian memicu pertengkaran sengit yang berujung petaka.

Dalam pengakuannya ke penyidik, Ahmad bercerita kalau dirinya sedang meriang. Ia sempat meminta istrinya pulang kerja lebih awal.

“Saya sakit, saya meriang. Udah itu saya ngomong sama dia, saya meriang, sayang saya mau pulang. Saya bilang, saya mau ngambil kunci kosan,” ujarnya.

Setelah mengambil kunci, Ahmad pulang duluan. Dari kos, ia kembali menelpon dan mendesak istrinya untuk segera pulang. Sayangnya, jawaban yang diterima justru memantik amarah.

“Saya bilang, kamu bisa pulang cepat nggak? soalnya saya lg ga enak badan. Dia bilang nggak bisa, soalnya saya izin terus takut dipecat,” ujar Ahmad.

Pertengkaran pun merembet ke sambungan telepon. Ahmad semakin kesal karena mengetahui istrinya harus melayani tamu hingga larut malam.

“Itu berantem di handphone dulu, Pak. Uda gitu soalnya tamu tuh kayaknya pulang malam, gak bakalan bisa pulang cepet,” keluhnya.

Korban akhirnya tiba di kos sekitar tengah malam, membawakan makanan untuk suaminya. Tapi, damai itu tak bertahan lama. Keesokan paginya, konflik kembali meledak saat Ahmad sekali lagi meminta istrinya untuk libur kerja. Permintaan itu lagi-lagi ditolak dengan alasan yang sama: takut dipecat.

Namun begitu, ada satu hal lain yang benar-benar menyulut bara dalam dada Ahmad. Ia menemukan percakapan di WhatsApp sang istri dengan seorang tamu spa. Itu jadi pukulan terberat.

“Nah, udah begitu kan saya nyadap WA-nya. Katanya kamu jangan chattingan sama tamu soalnya saya kan sakit hati. Soalnya kan kamu lupa ngapus chat,” jelasnya dengan nada kesal.

Menurut pengakuannya, sang istri malah membalas dengan ocehan tentang kondisi keuangan mereka. Saat itulah, emosi Ahmad meledak. Ia tak bisa lagi berpikir jernih.

“Dari situ langsung saya piting,” ungkapnya singkat tentang aksi mematikan yang dilakukannya.

Jasad korban kemudian ditemukan terbaring di kamar kosnya di Jalan Letnan Arsyad Raya, Kayuringin Jaya. Penemuan itu terjadi pada Kamis dini hari, tanggal 8 Januari.

Berbekal penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap Ahmad Riansyah. Lokasi penangkapannya di Kabupaten Lebak, Banten, pada Minggu, 11 Januari. Kini, statusnya sudah resmi sebagai tersangka yang akan menjalani proses hukum.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar