Anggaran sebesar itu, lanjutnya, tentu akan sangat sia-sia kalau tidak segera dimanfaatkan. Strategi pemindahan ASN secara bertahap, misalnya, ia anggap sebagai langkah taktis yang wajar. Namun, esensinya adalah eksekusi yang konsisten.
“Tapi yang penting adalah komitmen pemerintah sesuai dengan undang-undang dan perpres itu harus dilaksanakan,” tambahnya.
Soal pemindahan ASN ini, Rifqi juga menyoroti satu hal. Menurut informasi yang ia terima, Kementerian PANRB sebenarnya sudah punya peta jalan.
“Secara politis Ibu Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi pernah menyampaikan kepada kami bahwa Strategi pemindahan ASN, blueprint-nya termasuk kementerian lembaga mana saja yang akan dipindahkan itu mereka sudah punya,” jelasnya.
Namun begitu, semuanya masih menunggu lampu hijau dari pimpinan tertinggi.
“Tapi tentu mereka harus menunggu restu dari Presiden. Nah, saya kira setelah Presiden mengecek sendiri tadi malam mudah-mudahan hal ini bisa segera diputuskan.”
Alasannya praktis sekaligus mendesak. Pembangunan fisik sudah berjalan, tapi banyak yang masih menganggur.
“Karena kalau enggak mubazir. Sudah punya rusun untuk 15.000 orang tapi belum ditempati,” tandasnya menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Sindir Pekerjaan Sebar Pesimisme: Dibayar Dollar, Tapi Jangan di Jepang
Banjir dan Longsor Landa Kudus, Bupati Tetapkan Status Tanggap Darurat
Intense Love: Kisah Cinta Aktris dan Dokter yang Kabur dari Perjodohan
Perang Rusia-Ukraina: Ketika Angka Korban Mengungkap Kelemahan Strategi