Persoalan lain yang tak kalah pelik ada di ranah hukum. Mantan Wakil Ketua DPR ini menyoroti praktik suap yang seolah jadi hal biasa. "Sogok-menyogok, sogok hakim, lawyer pekerjaannya nyogok," tegas Fahri tanpa tedeng aling-aling. Baginya, ini adalah salah satu titik kritis yang merusak fondasi negara. Praktik semacam itu, ujarnya, adalah bentuk konsolidasi terbalik yang justru melemahkan.
Lalu, apa solusinya? Fahri Hamzah menawarkan jalan keluar berupa empat konsolidasi besar. Politik, ekonomi, hukum, dan sosial keempatnya harus dibenahi secara serius. Hanya dengan cara itu, Indonesia bisa benar-benar berdiri sebagai negara yang kuat. Titik.
Pandangannya itu, terlepas dari setuju atau tidak, menyajikan potret kegelisahan yang nyata di tengah hiruk-pikuk pembangunan.
Artikel Terkait
Mobil Dinas Terjun ke Kanal, Dua Pegawai Bank Tewas di Pelalawan
Sjafrie Sjamsoeddin Pererat Kemitraan Pertahanan Indonesia-Pakistan di Islamabad
Kantor Pusat DJP Digeledah KPK, Terkait Kasus Suap Pengurangan Pajak Rp75 Miliar
Fatah Tegaskan: Gaza Harus Dipimpin Menteri Otoritas Palestina