Asap tebal dan suara alarm motor yang tak henti-henti jadi pertanda awal bencana pagi itu. Di gedung penitipan motor depan Stasiun Bogor, 19 unit kendaraan roda dua akhirnya ludes dilalap si jago merah. Kejadiannya di Jalan Mayor Oking, Bogor Tengah, Senin (19/1) dini hari.
Angga, penjaga lokasi, masih ingat betul momen itu. Sekitar pukul 05.30 WIB, ia sedang membereskan sesuatu di lantai dua.
"Tiba-tiba rekan kerja teriak-teriak. 'A, ada banyak asap!'" ujarnya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia pun buru-buru mengecek. Dari bawah, bunyi alarm sebuah motor terdengar nyaring, berdering terus-menerus. Begitu turun ke basemen, pemandangan sudah tak tertolong. Asap sudah sangat pekat, lidah api pun membesar dengan cepat.
"Kita selamatkan diri semua, ke depan," katanya. Evakuasi diri jadi prioritas, sebelum kemudian ia berkoordinasi dengan pengelola dan menghubungi petugas damkar.
Di sisi lain, petugas damkar yang datang ke lokasi punya analisis awal. Kebakaran hebat itu diduga kuat berawal dari sebuah korsleting.
Sekretaris Dinas Kebakaran Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas, menjelaskan bahwa keterangan dari lokasi mengarah pada satu titik. "Ada indikasi akibat motor yang sensor remotnya atau alarm korsleting. Bunyi-bunyian terus begitu," jelasnya.
Motor yang diduga menjadi sumber masalah adalah sebuah Kawasaki. Alarmnya yang korslet diduga menjadi pemicu percikan api pertama. Dari situ, kobaran api merambat dengan cepat ke motor-motor lain yang berjejalan di tempat penitipan itu.
Begitulah kronologinya. Dalam sekejap, puluhan kendaraan hangat jadi besi berkelok. Kerugian materi tentu tidak kecil, namun yang bersyukur, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Artikel Terkait
Kementerian Haji dan Umrah Diuji, Kloter Pertama Berangkat 22 April 2026
Iran Tegaskan Tolak Pembicaraan dengan AS, Gencatan Senjata Hampir Berakhir
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Jakarta Sore Ini
Manchester City Kalahkan Arsenal 2-1, Jarak Puncak Klasemen Menyempit