Eggi Sudjana dan Jurang Politik yang Kian Menganga

- Selasa, 13 Januari 2026 | 09:00 WIB
Eggi Sudjana dan Jurang Politik yang Kian Menganga

Jadi, klarifikasi awalnya sudah jelas. Pertemuan di Solo dengan Jokowi ternyata murni inisiatif pribadi atau berdua dengan DHL. Bukan atas nama TPUA. Soalnya, “Tim”-nya sendiri baru saja dibantai lewat pemecatan massal. Klaim bahwa ini pertemuan lanjutan dari rapat TPUA 16 April 2025 jadi terasa mengada-ada. Cuma karangan. Misi dan caranya sudah beda jauh, Bro.

Dipecat oleh Eggi dari TPUA justru membahagiakan. Bukan soal dapat pesangon, tapi kami terbebas. Terbebas dari dosa kenistaan sebuah pertemuan yang rasanya seperti merengek-rengek, bak nabi Musa dan Harun menghadap Fir’aun tapi untuk kepentingan lain. Itu menista ayat. Kedua utusan Allah itu datang dengan misi mulia: membebaskan kaum tertindas. Bukan untuk kepentingan pribadi, apalagi sekadar mengusung “restorative justice”.

Menurut saya, Bang Eggi Sudjana atau BES sebaiknya fokus saja pada penyembuhan. Perbaiki kesehatan, dekati diri pada Allah, lepaskan dunia yang tak pernah memuaskan ini. Dan waspadai akhir yang buruk, su’ul khotimah. Kunjungan ke Jokowi kemarin itu adalah fitnah. Saya membayangkan, kedepannya akan sulit baginya memberi klarifikasi selain dengan cara “tembak” sana-sini. Memecat ini-itu.

Kasihan. Eggi sekarang benar-benar di tepi jurang. Seorang ulama pernah bercanda, “setelah masuk jurang, nanti kelelep dalam tumpukan sampah.”

Nasihat saya untuk Bang Eggi: kembalilah ke jalan yang benar. Takutlah pada Allah, yang kuasa membolak-balikkan hati. Bukankah kita selalu berdoa?

Salam.

") Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 13 Januari 2026


Halaman:

Komentar