✍🏻Tengku Zulkifli Usman
Setelah tiga pekan bergolak, suasana di Iran perlahan mulai mereda. Pemerintah di Teheran mengklaim telah berhasil "menstabilkan" situasi. Tapi, tentu saja, bekas-bekasnya masih terasa. Lebih dari lima ratus nyawa melayang dalam gelombang unjuk rasa itu. Meski belum sepenuhnya pulih, kendali atas situasi kini dikatakan sudah kembali di tangan pemerintah.
Yang menarik, gelombang massa di jalanan sekarang justru didominasi oleh pendukung Republik Islam. Mereka membanjiri berbagai kota, sebuah pemandangan yang kontras dengan beberapa pekan sebelumnya.
Soal pemadaman internet pun punya alasan tersendiri. Pemerintah beralasan jaringan tidak mereka putus selama aksi masih damai. Internet baru diblokir ketika demonstrasi dianggap telah berubah menjadi aksi terorisme yang dilakukan oleh para "penyusup" tadi.
Nah, di saat itulah Elon Musk muncul. Atas permintaan AS, dia menyediakan akses internet Starlink untuk para demonstran. Tujuannya jelas: agar kerusuhan makin meluas. Tapi Iran tak tinggal diam. Dengan kemampuan teknologi yang mereka miliki, mereka klaim berhasil memblokir jaringan satelit yang disebut-sebut sebagai yang teraman di dunia itu. Jaringannya dihancurkan.
Menteri Luar Negeri Iran, Dr. Abbas Araghchi, memberikan pernyataan tegas. Dia menegaskan bahwa demonstrasi damai adalah hak warga Iran dan pemerintah akan terus mencari solusi di tengah tekanan embargo dan boikot internasional.
"Terutama persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Iran," ujarnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Presiden Massoud Phazeskian.
Di sisi lain, dari Washington, Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang dibantah keras oleh Teheran. Trump bilang Iran yang meminta negosiasi. Menlu Iran menyebut itu kabar bohong. Menurutnya, Trump hanya melihat pemerintah Iran berhasil meredakan protes, lalu melunakkan retorika. Klaim sepihak, begitu katanya.
Memang, Araghchi mengakui ada ajakan dialog dari AS yang disampaikan utusan khusus Steve Witkoff. Tapi Iran masih mempelajarinya, belum memberi respons.
"Beberapa usulan Steve Witkoff masih mengandung sikap arogansi AS terhadap Iran," kata Menlu Iran tadi malam. "Maka Iran kemungkinan belum mau berdialog."
Artikel Terkait
Sembilan Agenda Prioritas DPR di Sidang III, Mulai dari Bencana hingga Reformasi Hukum
Gelombang Dukungan di Teheran, Protes di Kegelapan
Fahri Hamzah Soroti Jurang Ekonomi dan Trauma Politik di Era Baru
Tutup Tangki Motor Jatuh ke Selokan, Damkar Depok Turun Tangan