Proyeksi IHSG Pekan Ini: Rentang 8.124-8.200 di Tengah Potensi Koreksi November
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak variatif dalam rentang 8.124 hingga 8.200 pada perdagangan Senin, 3 November 2025. Analisis teknikal dari WH Project mengindikasikan IHSG masih berada dalam tren penguatan meski menghadapi potensi koreksi yang signifikan di bulan November.
Data Historis: November Bulan Terlemah untuk IHSG
Berdasarkan data historis 10 tahun terakhir, November tercatat sebagai bulan dengan kecenderungan pelemahan tertinggi bagi IHSG. Persentase pelemahan IHSG pada November hanya terjadi 37% dalam dekade terakhir, lebih rendah dari fenomena "Sell in May and Go Away" dan "September Slump". Pola ini memberikan peluang IHSG mengulang performa serupa di tahun 2025.
Sinyal Teknikal: Pola Spinning Top Indikasikan Jenuh Beli
Analisis teknikal mengungkap pembentukan pola spinning top pada akhir Oktober, yang mengindikasikan sinyal jenuh beli pada indeks. Pola candlestick ini menyerupai doji dengan body kecil, mencerminkan keraguan pelaku pasar dan potensi reversal tren.
William Hartanto, Technical Analyst WH Project, menjelaskan: "Pola spinning top menunjukkan potensi jenuh terhadap suatu tren dan reversal yang akan terjadi. Bulan Oktober telah menjadi periode dimana IHSG mengalami jenuh beli dan berpotensi mengalami koreksi."
Rekomendasi Saham Teknikal untuk Hari Ini
Berikut rekomendasi saham berdasarkan analisis teknikal WH Project:
- BBCA: Buy, Support Rp8.400, Resistance Rp9.100
- HMSP: Buy, Support Rp840, Resistance Rp925
- BMRI: Buy, Support Rp4.660, Resistance Rp4.930
- RALS: Buy, Support Rp424, Resistance Rp462
Investor disarankan untuk memantau pergerakan IHSG secara ketat mengingat potensi koreksi di bulan November sambil mempertimbangkan rekomendasi saham pilihan dengan level support dan resistance yang jelas.
Artikel Terkait
16 Emiten Gelontorkan Rp15,39 Triliun untuk Buyback Saham
Harga Emas Pegadaian Naik Lagi, Galeri24 dan UBS Tembus Rp2,9 Jutaan per Gram
Indospring Ekspansi Ekspor ke Pasar Timur Tengah
PT Adhi Kartiko Pratama Ambil Pinjaman Rp100 Miliar dari Bank UOB