Banjir Surut di Jalan NIS, Tapi Kubangan Masuk ke Pemukiman

- Senin, 12 Januari 2026 | 20:42 WIB
Banjir Surut di Jalan NIS, Tapi Kubangan Masuk ke Pemukiman

Air mulai mengalir pergi dari Jalan NIS di Cilandak Timur, Pasar Minggu, pada Senin sore itu. Setelah sempat merendam kawasan, genangan di RT 003 RW 03 akhirnya surut. Warga pun sudah bisa kembali melintas, entah itu dengan berjalan kaki atau naik kendaraan roda dua.

Suasana lokasi mulai ramai lagi. Selain petugas yang masih berjaga, terlihat juga anak-anak seragam sekolah yang berlalu-lalang. Tapi jangan salah, kondisi sebenarnya belum sepenuhnya pulih.

Meski jalan raya utama terlihat kering, pemukiman di dalam RT itu masih jadi kubangan air. Mau gimana lagi, warga terpaksa berhadapan langsung dengan sisa banjir. Beberapa ibu-ibu bahkan terlihat aktif menyerok air dari halaman rumah mereka.

Kedalaman airnya beragam, ada yang cuma sepenggal kaki, tapi ada juga yang mencapai lutut orang dewasa. Kira-kira, antara 10 sampai 30 sentimeter lah.

Menurut seorang petugas PPSU yang sedang bertugas, ternyata tidak semua titik di Cilandak Timur sudah aman. Ia menyebut RT 009 RW 03 sebagai salah satu lokasi yang masih terendam.

“Di sini (RT 003) udah (surut). Yang belum RT 009,”

Sebelumnya, kondisi sempat lebih parah. Data dari BPBD DKI Jakarta mencatat ketinggian air pagi harinya mencapai 95 sentimeter. Namun, menjelang siang, tepatnya pukul 11.00 WIB, angka itu turun jadi 65 sentimeter.

Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi di lokasi.

“Di jam 11, sudah turun ke 65 (cm),”

Yohan menjelaskan, fokus tim saat ini adalah memastikan mobilitas warga. Mereka berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memudahkan akses, sekaligus siaga membantu kebutuhan mendesak.

“Kami fokus kepada mobilisasi warga yang membutuhkan, seperti yang mau keluar ke kantor ya. Atau tadi saya lihat ada yang anaknya pulang sekolah, diantar lagi ke dalam,”

Jadi, meski air sudah surut di beberapa titik, perjuangan warga di titik lain rupanya belum benar-benar usai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar