Menteri Korsel Mundur Usai Terjerat Skandal Gereja Unifikasi

- Kamis, 11 Desember 2025 | 10:25 WIB
Menteri Korsel Mundur Usai Terjerat Skandal Gereja Unifikasi

Seorang menteri Korea Selatan memutuskan mundur. Pengumuman resminya keluar Kamis lalu, tepatnya tanggal 11 Desember waktu setempat. Pemicunya sederhana namun berat: dia dituduh menerima uang dan barang mewah dari Gereja Unifikasi sebuah organisasi yang namanya belakangan terus disebut terkait skandal mantan Ibu Negara Kim Keon Hee.

Nah, gereja inilah yang jadi pusat perhatian. Gereja Unifikasi, dikenal luas karena ritual pernikahan massalnya, lebih dari sekadar tempat ibadah. Gerakan yang kerap dianggap mirip sekte ini diduga kuat punya jaringan perdagangan pengaruh yang menjalar ke dunia politik Korsel. Mereka sedang diselidiki keras, terutama soal dugaan sumbangan ilegal yang mengalir ke Kim Keon Hee.

Di sisi lain, situasi politik di sana memang sedang berliku. Suami Kim, mantan Presiden Yoon Suk Yeol, sudah jatuh. Pemimpin konservatif itu digulingkan April lalu dan kini mendekam di balik jeruji. Vonisnya terkait pemberlakuan darurat militer singkat yang malah memicu kekacauan politik hebat pada Desember tahun sebelumnya.

Kekuasaan kini dipegang Presiden Lee Jae Myung, pemenang pemilu dini bulan Juni. Tapi, tenang dulu. Kabar terbaru justru mengindikasikan bahwa badai skandal belum benar-benar reda.

Menurut laporan media lokal yang dirilis baru-baru ini seperti dikutip AFP bukan cuma pihak oposisi yang bermasalah. Para anggota parlemen dari partai penguasa sayap kiri, partai yang menaungi Presiden Lee sendiri, juga disebut-sebut kemungkinan menerima dana ilegal dari gereja yang sama. Artinya, praktik buruk ini diduga melibatkan banyak pihak dari berbagai spektrum politik.

Fokus saat ini tertuju pada Menteri Kelautan, Chun Jae Soo. Dia dituduh telah menerima uang tunai senilai 30 juta Won, atau sekitar Rp 340 juta. Tak cuma itu, ada juga dua jam tangan mewah yang diduga berasal dari Gereja Unifikasi. Semua transaksi ini terjadi antara 2018 hingga 2020, saat Chun masih duduk di kursi parlemen.

Lalu, dari mana tuduhan ini bermula?

Semua bersumber dari kesaksian Yun Young Ho, mantan kepala kantor pusat Gereja Unifikasi. Saat diinterogasi penyidik tahun lalu, dia melontarkan berbagai pengakuan yang membuka kotak Pandora. Kesaksiannya itulah yang kini mengguncang panggung politik dan memaksa seorang menteri angkat kaki.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar