Banteng Jatim Taklukkan Bali, Rebut Soekarno Cup 2025

- Minggu, 14 Desember 2025 | 17:15 WIB
Banteng Jatim Taklukkan Bali, Rebut Soekarno Cup 2025

Delapan tim dari berbagai penjuru negeri, mulai dari Sumatera, Kalimantan, sampai Papua, bertanding di Bali sejak 5 Desember lalu. Mereka berebut sebuah gelar: Soekarno Cup. Kompetisi sepak bola anak muda ini digagas dan digelar oleh DPP PDI Perjuangan, yang puncaknya baru saja berlangsung tadi malam, 13 Desember 2025.

Latar belakangnya sederhana tapi penting. Indonesia punya segudang talenta muda di bidang sepak bola. Sayangnya, menurut pandangan partai, ajang kompetisi yang tersedia masih terbatas. Mereka merasa perlu turun tangan, ikut berkontribusi menyediakan wadah untuk mengasah prestasi calon-calon bintang masa depan. Bagaimanapun, sepak bola adalah olahraga bergengsi yang disukai dunia.

Ini bukan kali pertama Soekarno Cup diadakan. Tahun lalu juga digelar, dan responsnya luar biasa. Antusiasme anak muda se-Indonesia ternyata sangat tinggi. Harapannya jelas: dari sini akan lahir pesepak bola terbaik yang membawa nama harum tanah air.

Nah, di ajang tahun ini, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur punya andalan. Mereka membentuk skuad khusus yang dijuluki "Banteng Jatim". Dan performa mereka? Fantastis. Setelah melaju ke babak 8 besar, tim ini terus merangsek maju hingga akhirnya melangkah ke partai puncak.

Finalnya digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, dengan atmosfer yang luar biasa. Sekitar 20 ribu pasang mata menyaksikan duel sengit antara tuan rumah Banteng Bali melawan tamu Banteng Jatim. Pertandingan berakhir dengan skor 4-2 untuk kemenangan Banteng Jatim.

Kemenangan itu pun langsung diapresiasi oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Beliau hadir dan menyerahkan langsung tropi kejuaraan kepada sang pemenang.

Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.

"Saya bangga dengan anak-anak Banteng Jatim. Meski tampil di kandang lawan, mereka punya mental juara. Tidak grogi, tidak kalah mental meski dihajar tekanan suporter Banteng Bali. Bravo!" ujarnya.

Ia juga berterima kasih atas sportivitas yang ditunjukkan oleh tim tuan rumah. "Banteng Bali melayani kami sebagai tamu dengan sangat baik," tambah Said.

Kemenangan ini, kata Said, bukan datang tiba-tiba. Skuad Banteng Jatim direkrut dari kader-kader berbakat di berbagai kota di Jawa Timur. Mereka digembleng keras sejak Oktober 2025, menjalani sembilan kali pertandingan uji coba melawan klub-klub tangguh.

Proses pemusatan latihan mereka pun ketat. Bertempat di Wisma Perjuangan, Kota Batu, para pemain diasah skill teknisnya, mental, kedisiplinan, dan tentu saja kekompakan tim.

"Rasanya, semua lelah dan pengorbanan itu terbayar sudah. Proses yang baik memang membuahkan hasil yang baik," ucap Said dengan nada puas.

Ke depan, komitmennya jelas. DPD PDI Perjuangan Jatim akan terus mendampingi dan mengasah bakat anak-anak Banteng Jatim ini. Tujuannya agar talenta mereka bisa berkembang optimal, mengantar mereka menapaki karier profesional, dan siapa tahu, mencapai puncak tertinggi di dunia sepak bola.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar