Di penghujung Rakernas I PDIP 2026, suasana di hall pertemuan terasa tegang. Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum partai, naik ke podium untuk menyampaikan pidato penutup. Tak hanya menutup acara, pidatonya kali ini langsung menohok isu panas yang sedang mengemuka: wacana mengembalikan Pilkada ke tangan DPRD.
Dengan nada tegas yang khas, Megawati menyatakan sikap partainya. "PDI Perjuangan menolak secara tegas setiap wacana pemilihan kepala daerah secara tidak langsung melalui DPRD," ujarnya, Senin (12/1) di Jakarta.
“Penolakan ini bukan sekadar sikap politik praktis,” lanjutnya. “Ini adalah sikap ideologis, sikap konstitusional, dan sikap historis.”
Bagi Megawati, wacana itu bukan cuma langkah mundur. “Wacana Pilkada melalui DPRD bukan hanya kemunduran demokrasi, tetapi juga bertentangan dengan konstitusi,” tegasnya. Argumennya punya pijakan kuat, yaitu putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 110/PUU-XXIII/2025.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi
Bentrokan di Pemakaman Tolikara Tewaskan Satu Warga, Empat Polisi Terluka
Damkar Makassar Aktifkan Tujuh Posko Siaga Antisipasi Kebakaran dan Kekeringan
Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen