Bandar Lampung diguyur hujan deras sejak Selasa kemarin. Akibatnya, air meluap di mana-mana. Banjir pun tak terhindarkan, merendam jalan-jalan protokol hingga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Situasinya cukup parah, terutama di beberapa kecamatan seperti Kedamaian, Way Halim, dan Kedaton.
Menurut data sementara, ada sekitar dua puluh titik yang kebanjiran. Jalan Sultan Agung, Teuku Umar, dan beberapa ruas vital lainnya terendam. Lalu lintas langsung macet total, aktivitas warga pun lumpuh. Genangan air yang tinggi membuat kendaraan enggan lewat, sementara sebagian warga hanya bisa melihat dari balik jendela.
Merespon kejadian ini, Wali Kota Eva Dwiana turun langsung ke lokasi. Ia mendatangi titik-titik banjir untuk melihat kondisi sekaligus mengkoordinir penanganan.
"Kita akan berikan bantuan. Datanya kita lihat, insyaallah besok pagi sudah selesai, paling lama pukul 12. Untuk yang terdampak ada bantuan uang tunai dan beras,"
ujar Eva, Rabu (15/4/2026).
Namun begitu, di balik kerugian materi, ada kabar duka yang menyertai. Banjir kali ini merenggut satu nyawa. Seorang warga Kelurahan Garuntang, Dewi, meninggal setelah terseret arus deras.
Kronologinya, tanggul dekat rumahnya jebol. Camat Bumi Waras, Budi Ardiyanto, menerangkan lokasi rumah korban memang berada di bawah aliran sungai. Tanggul setinggi tiga meter itu tak mampu menahan tekanan air.
"Korban tidak sempat menyelamatkan diri ke lantai dua dan terseret arus. Korban perempuan atas nama Dewi meninggal dunia, sementara anggota keluarga lainnya selamat,"
jelas Budi.
Sampai berita ini diturunkan, petugas masih sibuk melakukan pendataan dan pembersihan. Warga diimbau tetap siaga. Cuaca masih belum bisa ditebak, dan hujan susulan dikhawatirkan akan memperburuk keadaan yang sudah ada.
Artikel Terkait
Mendikti: Kekerasan Seksual di Kampus Bergeser ke Ranah Digital, 787 Aduan Masuk Sepanjang 2026
JPU Sorot Inkonsistensi Klaim Nadiem soal Keuntungan Negara dalam Kasus Korupsi Chromebook
KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Gedung Pemkab Lamongan, Negara Rugi Rp35,7 Miliar
FPCI UMM Gelar Diskusi Dampak Konflik Iran: Ancaman Multidimensi bagi Pertahanan dan Ekonomi Indonesia