Prabowo Ingatkan Pemimpin: Kalau Maling, Anak Buah Tak Semangat

- Senin, 12 Januari 2026 | 17:48 WIB
Prabowo Ingatkan Pemimpin: Kalau Maling, Anak Buah Tak Semangat

Dalam sebuah acara di Balikpapan, Senin lalu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang tegas tentang kepemimpinan. Intinya sederhana: seorang pemimpin wajib memberi teladan yang baik. Kalau tidak, jangan harap anak buahnya bakal semangat bekerja.

Acara peresmian RDMP Pertamina itu jadi momen baginya untuk berbagi pengalaman. Prabowo mengingatkan, posisi pemimpin bukanlah tameng untuk berbuat curang. Justru sebaliknya.

"Jadi pemimpin itu harus ing ngarso sung tulodho. Memberi contoh. Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat,"

Ucapannya langsung ke inti persoalan, tanpa basa-basi. Gaya bicaranya blak-blakan, seperti biasa.

Dia lalu bercerita tentang masa lalunya di dunia militer. Menurut Prabowo, di lingkungan tentara, ada konsekuensi sosial yang keras bagi pemimpin yang ketahuan mencuri. Mereka akan dijuluki "Kapal Keruk". Julukan itu melekat selamanya, sebuah cap yang memalukan dan tak mudah dilupakan.

"Di tentara itu kalau komandan-komandan yang maling, pemimpin yang maling itu dikasih julukan Kapal Keruk. Dan seumur hidup dia akan membawa nama itu,"

Nah, poin utamanya begini. Menurut Prabowo, perbuatan seorang pemimpin itu sulit sekali disembunyikan dari anak buahnya sendiri. Mungkin pihak luar seperti BPK atau KPK bisa dikelabui dengan berbagai cara. Tapi mata dan telinga anak buah di lapangan selalu awas.

"Pengalaman saya di tentara, pemimpin itu maling, cepat anak buah tahu. Cepat sekali. Mungkin orang luar tidak tahu, mungkin BPK bisa dikibulin, KPK bisa dikibulin. Tapi anak buah akan tahu,"

Pesan akhirnya jelas. Kepemimpinan itu soal kepercayaan dan keteladanan. Tanpa itu, segalanya jadi rapuh. Pesan klasik, tapi konteks dan cara penyampaiannya yang membuatnya terasa relevan untuk didengar lagi hari ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar