Suasana malam di Dusun Kirasa, Bulukumba, biasanya tenang. Namun, Jumat malam lalu, sekitar pukul sembilan lebih, ketenangan itu pecah oleh teriakan minta tolong. Teriakan itu berasal dari rumah semi permanen Abdullah.
Warga yang mendengar langsung berhamburan. Mereka menemukan Abdullah sudah bersimbah darah. Panik pun menyebar. Ada yang berusaha menolong, ada pula yang buru-buru memanggil ambulans desa. Sayangnya, semua usaha itu sia-sia. Saat tiba di Rumah Sakit HA. Sultan Dg Radja, nyawa Abdullah tak tertolong.
“Innalillah,..Pak Abdullah meninggal dunia diduga ditikam anak tirinya,” ujar Arman, seorang warga Desa Palambarae, mengenang kejadian yang mengguncang kampung mereka.
Pelakunya? Seorang remaja berinisial W, baru 15 tahun. Dialah anak tiri korban. Polisi dengan cepat meringkusnya. Saat ini W mendekam di Mapolres Bulukumba untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Menurut penyelidikan, motifnya sederhana sekaligus mengerikan: motor. W ngotot minta dibelikan sepeda motor. Ibunya, yang jelas tak punya kemampuan ekonomi untuk itu, coba mengajak anaknya berunding. Ibu itu bilang, W boleh punya motor asal mau bekerja dulu. Hasil kerjanya nanti bisa untuk bayar cicilan.
Jawaban itu malah memicu amarah W. Bukannya mengerti, dia malah memukul ibunya sendiri.
Artikel Terkait
BNPB Targetkan Huntara Sumut Rampung Sebelum Ramadan 2026
Gunungan Sampah di Cimanggis: Dompet Warga Kempis, Anggaran Membengkak
Nekat Seret Bocah 9 Tahun, Pelaku Pencurian di Medan Marelan Diburu Polisi
Warga Depok dan Jakarta Ubah Sampah Jadi Tabungan dan Pupuk