Melihat itu, Abdullah si ayah tiri tentu marah. Dia menegur W agar tidak kasar kepada ibunya. Malam itu, Abdullah tampaknya sama sekali tak menduga bahaya mengintai. Dia masih sempat berbincang biasa dengan W di belakang dapur rumah mereka.
Lalu, tiba-tiba. Tanpa peringatan, W menghunuskan pisau. Tusukan mengarah ke bagian perut samping Abdullah, dan merenggut nyawanya.
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Muh Ali, membenarkan hal itu.
“Motifnya pelaku minta dibelikan sepeda motor. Tidak dibelikan orang tuanya karena terbatas ekonominya,” jelasnya, Sabtu (10/1/2026).
Setelah beraksi, W sempat kabur. Tapi polisi berhasil menangkapnya dan membawanya ke Satreskrim untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam foto yang beredar, terlihat W duduk di lantai, tangan terikat, mengenakan kaos hijau daun dan celana hitam.
Kini, konsekuensi menunggu. Remaja 15 tahun itu terancam hukuman penjara hingga 20 tahun karena menghilangkan nyawa orang tua. Proses hukum masih berjalan. Polisi mengatakan akan memeriksa saksi-saksi lain untuk melengkapi berkas perkara. Sebuah keluarga hancur, hanya karena sebuah permintaan yang tak terkabul.
Artikel Terkait
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET
APPSI Perkuat Peran Stabilisasi Harga Pangan Dukung Program Pemerintah
Dua Pria Bersenjata Celurit Rampok Minimarket di Palangka Raya
Lechumanan Desak Polisi Tahan Roy Suryo, Kubu Jokowi Serahkan ke Jalur Hukum