Prabowo Beri Pelukan Hangat Saat Gus Ipul Menangis Haru di Peresmian Sekolah Rakyat

- Senin, 12 Januari 2026 | 15:42 WIB
Prabowo Beri Pelukan Hangat Saat Gus Ipul Menangis Haru di Peresmian Sekolah Rakyat

Suasana haru tiba-tiba menyelimuti acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Senin lalu. Saat memberikan sambutan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul tak kuasa menahan tangis. Presiden Prabowo Subianto yang hadir di tempat itu lantas berdiri dan memeluknya.

Momen itu terjadi di Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru, yang menjadi lokasi pusat peresmian serentak 166 Sekolah Rakyat. Prabowo sendiri turut hadir menyaksikan jalannya acara.

Tangis Gus Ipul pecah di penghujung sambutannya. Dalam pidato yang penuh emosi, ia menyebut peresmian ini sebagai sebuah momen bersejarah.

"Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah, saat harapan tidak lagi diwariskan masa lalu, melainkan disiapkan sebagai masa depan. Dan kelak ketika anak-anak di tepian sungai, lereng bukit dan sudut-sudut negeri berdiri sejajar di tengah bangsa ini, orang akan berkata pelan, di masa itu pernah ada seorang presiden yang menanam harapan dan menamainya sekolah rakyat,"

Ucap Gus Ipul, suaranya jelas bergetar.

"Presiden itu adalah Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto."

Usai mengucapkan kalimat itu, ia terdiam sejenak, menunduk. Salam penutupnya terdengar terguncang. Begitu turun dari panggung, di depan tempat duduk Prabowo, Gus Ipul membungkuk sekali lagi. Spontan, Prabowo bangkit dari kursinya dan menyambut sang menteri dengan pelukan hangat. Prabowo menepuk-nepuk pundak Gus Ipul beberapa kali, sementara Gus Ipul melepas kacamatanya dan mengusap air mata dengan tisu.

Acara yang dihadiri sekitar 2.000 orang itu, termasuk 800 siswa dari berbagai daerah, menandai sebuah capaian besar. Sekolah-sekolah rintisan ini sendiri sudah beroperasi sejak pertengahan tahun lalu, dari Juli hingga September.

Jangkauannya luas. Sebanyak 166 titik tersebar di seluruh Nusantara: Sumatera ada 35, Jawa mendominasi dengan 70 titik, lalu Bali dan Nusa Tenggara 7 titik. Untuk wilayah Kalimantan ada 13 sekolah, Sulawesi 28, Maluku 7, dan Papua 6 titik.

Hanya dalam satu semester gasal tahun ini, sudah 15.945 siswa menimba ilmu di sana. Ambisinya pun tak main-main. Target ke depannya, jumlah Sekolah Rakyat akan digenjot sampai 500 unit, dengan kapasitas masing-masing bisa menampung hingga seribu siswa.

Dampak lainnya terasa di lapangan kerja. Program rintisan ini telah menyerap 7.107 tenaga kerja, yang terdiri dari 2.218 guru dan hampir 5.000 tenaga kependidikan. Angka ini dipastikan akan terus membengkak, seiring dengan pembangunan gedung permanen yang sudah dimulai tahun lalu di 104 lokasi baru.

Pembangunan permanen itu juga merata: Sumatera 26 lokasi, Jawa 40, Bali dan Nusa Tenggara 3, Kalimantan 12, Sulawesi 16, Maluku 4, dan Papua 3 lokasi.

Di balik layar, peresmian massal di 34 provinsi ini didukung penuh oleh beberapa BUMN andalan, yaitu Bank BNI, Kementerian PUPR, dan PT Pos Indonesia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar