Sittard, Belanda – Lagi-lagi, Justin Hubner membuktikan dirinya sebagai benteng andalan Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu tampil penuh 90 menit saat timnya menjamu NAC Breda di pekan ke-30 Eredivisie, Sabtu lalu. Performanya solid, bahkan bisa dibilang krusial untuk menjaga gawang tim tuan rumah.
Dari awal laga, determinasi pemain 22 tahun itu sudah terlihat. Namun, pertandingan sempat terhenti cukup lama di menit ke-35. Insidennya terjadi pada gelandang NAC Breda, Lewis Holtby.
Setelah terlibat duel sengit dengan Hubner, Holtby langsung terkapar. Ia dilaporkan mengalami sobekan di kaki kirinya. Aksi Hubner memang keras, tapi itulah yang dibutuhkan untuk memutus serangan lawan yang sedang membangun momentum.
Memasuki babak kedua, intensitasnya tak surut. Baru tiga menit berjalan, Hubner kembali melakukan pelanggaran taktis. Kali ini, korban adalah playmaker Breda, Kamal Sowah, yang pergerakannya berhasil dihentikan.
Namun begitu, kontribusinya tak cuma bertahan. Di menit ke-70, ia mengirim umpan jauh yang akurat ke arah Paul Gladon. Sayang, peluang itu berakhir offside. Tapi setidaknya, itu menunjukkan visi permainannya.
Statistik pertandingan pun bicara. Performa Hubner benar-benar impresif.
Ia mencatat 15 aksi defensif krusial dan melakukan clearance sebanyak 12 kali tiga di antaranya dengan sundulan kepala. Di udara, ia dominan, memenangkan 75% duel (3 dari 4). Soal distribusi bola, dari 35 umpan yang dicoba, 74% menemui rekan. Enam di antaranya adalah umpan-umpan berbahaya ke sepertiga akhir lapangan lawan.
Di menit-menit penutup, ketenangannya justru muncul. Pada menit ke-81, intersep pentingnya memaksa lawan hanya dapat sepak pojok. Lalu, di injury time (90 5'), ia berhasil membersihkan bola dari tendangan bebas di kotak penalti sendiri, mengamankan hasil pertandingan.
Secara keseluruhan, ia menyentuh bola 56 kali, dengan 2 intersep dan 4 recovery. Tak heran, portal statistik Fotmob memberinya rating 7.4.
Rating yang pantas untuk penampilan tanpa kompromi.
Gaya bertahan Hubner memang keras, kadang memicu kontak fisik. Tapi, di sisi lain, kehadirannya jelas memberi rasa aman. Gawang Fortuna Sittard relatif tak terlalu dihujani ancaman serius berkat perannya sebagai penyaring utama.
Dengan konsistensi seperti ini, posisinya sebagai pilihan utama di jantung pertahanan Fortuna Sittard semakin tak tergoyahkan. Pelatih pun tampaknya percaya betul pada sang bek muda.
Artikel Terkait
Pengusaha UMKM di Jakarta Utara Banting Setir dari Bisnis Busana Bayi ke Kuliner Gluten Free, Raup Omzet hingga Rp15 Juta per Bulan
Polres Jakbar Amankan Sajam dalam Patroli Dini Hari di Sebelas Titik Rawan
Api Kembali Menyala di Lokasi Kebakaran Tambora, Damkar Kerahkan 8 Mobil Pemadam
Polisi Selidiki Kematian Wanita 20 Tahun di Hotel Kebayoran Baru, Temukan Luka di Kepala