Jangkauannya luas. Sebanyak 166 titik tersebar di seluruh Nusantara: Sumatera ada 35, Jawa mendominasi dengan 70 titik, lalu Bali dan Nusa Tenggara 7 titik. Untuk wilayah Kalimantan ada 13 sekolah, Sulawesi 28, Maluku 7, dan Papua 6 titik.
Hanya dalam satu semester gasal tahun ini, sudah 15.945 siswa menimba ilmu di sana. Ambisinya pun tak main-main. Target ke depannya, jumlah Sekolah Rakyat akan digenjot sampai 500 unit, dengan kapasitas masing-masing bisa menampung hingga seribu siswa.
Dampak lainnya terasa di lapangan kerja. Program rintisan ini telah menyerap 7.107 tenaga kerja, yang terdiri dari 2.218 guru dan hampir 5.000 tenaga kependidikan. Angka ini dipastikan akan terus membengkak, seiring dengan pembangunan gedung permanen yang sudah dimulai tahun lalu di 104 lokasi baru.
Pembangunan permanen itu juga merata: Sumatera 26 lokasi, Jawa 40, Bali dan Nusa Tenggara 3, Kalimantan 12, Sulawesi 16, Maluku 4, dan Papua 3 lokasi.
Di balik layar, peresmian massal di 34 provinsi ini didukung penuh oleh beberapa BUMN andalan, yaitu Bank BNI, Kementerian PUPR, dan PT Pos Indonesia.
Artikel Terkait
Ray Rangkuti Peringatkan Wacana Pilkada Lewat DPRD: Bom Waktu Korupsi dan Sandera Politik
Teman Lama Dibunuh, Jenazah Ditemukan Terikat di TPU Bekasi
KPK Geledah Dua Direktorat Pajak, Uang Suap dan Bukti Elektronik Diamankan
Duel Sengit di St. James Park: Newcastle Hadang Langkah Manchester City di Semifinal Carabao Cup