BRI terus mendorong transformasi digitalnya. Kali ini, dengan menghadirkan layanan lengkap Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di dalam aplikasi BRImo. Langkah ini bukan sekadar tambahan fitur biasa, melainkan bagian dari strategi besar bank pelat merah itu untuk menjawab kebutuhan perencanaan keuangan jangka panjang masyarakat.
Kesadaran untuk mempersiapkan masa pensiun memang makin terasa. Orang sekarang lebih melek finansial, ditambah lagi kemajuan teknologi yang pesat. Nah, melalui super app BRImo, BRI berusaha memenuhi kebutuhan itu dengan cara yang mudah dan fleksibel.
Caranya? Lewat konsep one stop solution pada fitur BRIFINE. Di sini, nasabah bisa melakukan banyak hal. Mulai dari buka akun baru, bayar iuran, sampai top up saldo. Yang tak kalah penting, mereka bisa memantau perkembangan investasi dan melihat riwayat imbal hasil kapan pun dan di mana pun. Semua serba digital.
Bagi yang sudah memasuki masa pensiun entah normal atau dipercepat prosesnya juga dipermudah. Pengajuan klaim manfaat pensiun kini bisa dilakukan sepenuhnya lewat BRImo. Tidak perlu lagi antre ke kantor cabang. Bahkan, ada menu "Status Klaim" yang memungkinkan nasabah melacak tahapan pencairan dana. Prosesnya dijanjikan efisien, dengan estimasi penyelesaian maksimal tiga hari kerja.
Direktur Treasury and International Banking BRI, Farida Thamrin, menegaskan bahwa langkah ini strategis.
“Transformasi digital bagi BRI bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan strategi penciptaan nilai ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak sosial luas,” ujarnya.
Farida menambahkan, melalui fitur DPLK di BRImo, masyarakat tidak hanya dimudahkan, tetapi juga didorong membangun kesadaran finansial untuk jangka panjang. Ini adalah wujud konsistensi BRI dalam memperluas kesejahteraan secara inklusif.
Pendapat senada datang dari Ketua Pengurus DPLK BRI, Arie Sus Miyanti. Menurutnya, layanan end-to-end ini akan sangat membantu nasabah.
“Semua ada dalam satu aplikasi, praktis, transparan, dan sesuai kebutuhan generasi digital saat ini,” tambah Arie.
Dia menjelaskan, kemudahan itu mencakup seluruh proses, mulai dari pendaftaran, pembayaran iuran, pemantauan saldo, hingga pencairan manfaat nantinya.
Perkembangan DPLK BRI sendiri terbilang positif. Dalam empat tahun terakhir, pertumbuhannya cukup mengesankan, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) mencapai 15,10%. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata industri yang berada di kisaran 10,16%. Aset yang dikelola (AUM) pun membengkak. Per Desember 2025, nilainya tercatat Rp30,63 triliun, atau tumbuh Rp3,72 triliun dari tahun sebelumnya.
Jadi, lewat BRImo, BRI tak cuma mempermudah transaksi harian. Mereka juga ingin hadir sebagai mitra dalam merencanakan masa depan yang lebih terjamin.
Artikel Terkait
PT Brigit Biofarmaka Gelar RUPST 2026 di Solo, Bahas Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Dominasi Saham Unggulan Warnai Peta Pasar Modal Indonesia pada Maret 2026
Dharma Polimetal Bagikan Dividen Rp326,3 Miliar, Naik 62,8% dari Tahun Lalu
IHSG Naik Tipis, Saham NIRO dan DEFI Melonjak di Atas 34%