Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 baru saja berakhir. Acara yang digelar dalam rangkaian Hari Desa Nasional itu dihadiri langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, bersama sang Wakil Menteri, Ahmad Riza Patria. Mereka hadir bukan sekadar seremonial. Yandri punya keyakinan besar: gelaran ini bisa jadi batu loncatan bagi petarung-petarung digital terbaik dari pelosok negeri.
“Insya Allah, dari lomba Esports Desa ini akan lahir para pemain-pemain tangguh, para petarung-petarung hebat,” ujar Yandri, mantan Wakil Ketua MPR RI itu, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/01/2026).
“Mereka nantinya bisa membanggakan desanya, kabupatennya, provinsinya, dan pada akhirnya tentu saja, Republik Indonesia.”
Keyakinannya itu punya dasar. Menurut Yandri, turnamen semacam ini sangat menjanjikan, terutama bagi para pemenang. Ia bahkan mengaku sempat terkejut dengan fakta yang didapatnya.
“Tadi saya kaget, ternyata ada transfer pemain ekspor yang bernilai 50 miliar rupiah,” katanya.
“Artinya, industri ini punya masa depan cerah. Dan tugas kita adalah mengarahkan potensi anak-anak muda ini ke hal-hal yang positif.”
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan