Bogor Ribuan muslimah memadati Masjid Ibn Khaldun UIKA Bogor, Senin (12/1/2026) lalu. Mereka hadir, baik langsung maupun via daring, dalam Kajian Awal Semester yang digelar Komunitas Tahsin Al Ghozy (TAG). Acara ini jadi pembuka resmi Semester II Tahun Ajaran 2025/2026 di bawah naungan Yayasan Al Ghozy Muslimah Center (AMC).
Pesertanya beragam. Ada yang dari kelas Reguler, Khadijah, hingga Hafshah. Tak cuma dari Bogor, mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia bahkan luar negeri. Suasana hybrid itu ternyata tak mengurangi semangat.
Acara dibuka dengan kilas balik perjalanan TAG sejak berdiri tahun 2013. Dipaparkan juga capaian berbagai divisi di dalam AMC. Mulai dari Pendidikan, Keagamaan, sampai divisi Sosial Kemasyarakatan. Perkembangannya cukup signifikan. Saat ini, TAG sudah punya 13 cabang di Bogor dengan peserta aktif lebih dari dua ribu orang.
Narasumber utama, Euis Sufi Jatiningsih, kemudian mengupas tema “Belajar Tahsin: Proses Belajar Menjadi Muslimah Terbaik Bersama Al-Qur’an”. Materinya cukup menyentuh, mengajak setiap peserta untuk senantiasa menjadikan kitab suci sebagai pedoman utama dalam proses peningkatan diri.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan AMC, Ririe Rizal, menekankan pentingnya momen ini.
Ada kabar menggembirakan dari Divisi Keagamaan. Mereka melaporkan bahwa pembangunan Musholla AMC di Kampung Jawa, Bogor Barat, sudah selesai. Musholla yang berdiri di atas tanah wakaf ini rencananya akan difokuskan untuk program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an. Untuk mendukung operasionalnya, digelar penggalangan dana lewat program DORANTAS, yaitu penjualan barang donasi.
Artikel Terkait
BNPB Targetkan Huntara Sumut Rampung Sebelum Ramadan 2026
Gunungan Sampah di Cimanggis: Dompet Warga Kempis, Anggaran Membengkak
Nekat Seret Bocah 9 Tahun, Pelaku Pencurian di Medan Marelan Diburu Polisi
Warga Depok dan Jakarta Ubah Sampah Jadi Tabungan dan Pupuk