Nekat Kejar Maling, Bocah 9 Tahun Terseret Motor di Medan

- Senin, 12 Januari 2026 | 13:35 WIB
Nekat Kejar Maling, Bocah 9 Tahun Terseret Motor di Medan

MEDAN Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun harus berakhir dengan luka-luka setelah nekat mengejar pencuri di rumahnya. Kejadian yang memilukan ini berlangsung di Gang Prabot, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, pada Sabtu lalu.

Aksi nekat sang bocah itu terekam jelas oleh kamera pengawas. Rekaman itu pun kini beredar luas di media sosial, menggambarkan betapa beraninya si kecil. Sayangnya, pelaku tetap berhasil melarikan diri, meninggalkan korban dalam keadaan terluka.

Semuanya berawal ketika si pelaku mendatangi rumah dengan modus lama: menawarkan barang. Saat itu, anak itu sedang sendirian di rumah, menunggu jemputan. Pintu yang tidak dikunci menjadi celah. Saat korban pergi ke kamar mandi, pelaku pun masuk.

Dia langsung menggasak uang tunai dan sebuah telepon genggam milik orang tua korban. Tapi aksinya ketahuan.

Begitu keluar dari kamar mandi, si bocah melihat orang asing itu. Tanpa pikir panjang, dia langsung mengejar. Pelaku yang panik langsung melompat ke motornya dan mencoba kabur.

Dengan tubuh mungilnya, anak itu berusaha menghentikan pelarian si pencuri. Tangannya memegang kuat bagian motor. Namun, kekuatannya tak sebanding. Dia pun terseret di jalanan aspal. Sekitar dua puluh meter tubuhnya terguling.

Akibatnya, kaki sang anak lecet-lecet. Seragam sekolah putih merahnya yang dikenakan saat itu juga robek di beberapa bagian karena gesekan keras dengan aspal.

Menurut penuturan ayahnya, Darfan, saat kejadian dia sedang dalam perjalanan untuk menjemput. Rupanya, anaknya sudah pulang lebih awal dari perkiraan. Darfan pulang hanya untuk menemukan buah hatinya dalam kondisi trauma dan terluka.

"Pelaku sempat membawa kabur HP," ujar Darfan.

"Tapi karena takut aksinya menyeret anak saya diketahui warga, HP itu akhirnya dilempar oleh pelaku sebelum dia tancap gas. Tapi uang di dalam rumah sudah berhasil dibawa kabur," lanjutnya.

Modus pelaku memang terbilang klasik. Dia pura-pura menawarkan barang sekadar untuk memastikan apakah rumah dalam keadaan kosong atau tidak. Setelah yakin, aksinya pun dilakukan.

Kini, keluarga korban berniat melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Labuhan. Mereka membawa bukti rekaman CCTV yang cukup jelas menangkap wajah dan gerak-gerik pelaku.

"Keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku," kata Darfan.

"Agar tidak ada korban lain, terutama anak-anak di bawah umur yang menjadi sasaran kejahatan," harapnya.

Insiden ini tentu jadi pengingat yang keras bagi kita semua. Kewaspadaan harus selalu ditingkatkan, terutama soal keamanan rumah ketika anak-anak ditinggal sendirian, meski hanya sebentar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar