Di balik dinginnya tembok penjara di Yordania, kisah KL (16) justru memunculkan keprihatinan yang mendalam. Remaja WNI yang ditahan terkait ISIS itu disebutkan telah beberapa kali berusaha mengakhiri hidupnya. Upaya nekat itu dilakukan dengan cara yang sulit dibayangkan: menenggak cairan kimia seperti sampo dan sabun cair. Kejadian itu pun berakhir dengan dia dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.
Namun begitu, ini bukanlah cerita baru. Menurut keluarganya, kebiasaan menyakiti diri sendiri sudah menjadi bagian dari hidup KL jauh sebelum dia ditangkap. Dia kerap menyayat bagian tubuhnya memakai benda tajam apa saja yang bisa ditemui. Situasinya sampai membuat keluarga kalang kabut, harus menyembunyikan gunting atau pisau karena KL terus mencari celah untuk melukai dirinya sendiri.
"Dia pakai gunting, gunting diumpetin, eh pakai pisau rautan,"
kata ibunya, suaranya terdengar lelah.
Pasca insiden percobaan bunuh diri, otoritas penjara memang bertindak. Mereka membatasi penggunaan cairan tertentu, hanya menyediakan dalam takaran sekali pakai. Sayangnya, langkah pencegahan itu sepertinya belum cukup. Kondisi kejiwaan KL dilaporkan belum juga membaik secara signifikan.
Artikel Terkait
Ray Rangkuti Peringatkan Wacana Pilkada Lewat DPRD: Bom Waktu Korupsi dan Sandera Politik
Teman Lama Dibunuh, Jenazah Ditemukan Terikat di TPU Bekasi
KPK Geledah Dua Direktorat Pajak, Uang Suap dan Bukti Elektronik Diamankan
Duel Sengit di St. James Park: Newcastle Hadang Langkah Manchester City di Semifinal Carabao Cup