Akhir pekan lalu, langit Ukraina kembali dihantam. Kali ini, Rusia menggunakan rudal Oreshnik sebuah sistem yang diketahui punya kemampuan untuk membawa hulu ledak nuklir dalam serangannya. Amerika Serikat pun tak tinggal diam, langsung melayangkan kecaman keras.
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB Senin (12/1) waktu setempat, Washington menyuarakan protesnya. Menurut laporan AFP, Selasa (13/1/2026), serangan yang dilancarkan Rusia pada Jumat (9/1) itu dinilai sebagai sebuah eskalasi yang membahayakan. Meski rudal jarak menengah itu tak membawa muatan nuklir, langkah Moskow dianggap sebagai loncatan berisiko tinggi.
Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Tammy Bruce, menyampaikan posisi negaranya dengan tegas.
"Ini adalah eskalasi berbahaya dan sulit diterima akal sehat dalam konflik ini," ujarnya. "Padahal, AS saat ini sedang bekerja sama intens dengan Kyiv, mitra-mitra lain, dan bahkan Moskow sendiri untuk mengupayakan akhir perang lewat jalur diplomasi."
Bruce kemudian menambahkan, "Kami mengutuk keras serangan Rusia yang terus-menerus dan makin gencar menargetkan fasilitas energi serta infrastruktur sipil lain di Ukraina."
Artikel Terkait
PPP Genjot Konsolidasi Nasional, Sasar Kalbar untuk Pemilu 2029
IHSG Melemah Tipis ke 8.235, Meski Nilai Transaksi Harian Melonjak 25%
Fadli Zon dan MD Entertainment Bahas Regulasi dan Kolaborasi untuk Majukan Film Nasional
Pemkab Bogor Sediakan 55 Armada Angkutan Gratis untuk Mudik Lebaran