Nickita Kiki Praditya: Kisah Guru SLB Ajarkan Anak Tunanetra Belanja Mandiri

- Sabtu, 01 November 2025 | 16:06 WIB
Nickita Kiki Praditya: Kisah Guru SLB Ajarkan Anak Tunanetra Belanja Mandiri

Inspirasi Guru SLB: Nickita Kiki Praditya Bimbing Anak Tunanetra Belajar Mandiri

Nickita Kiki Praditya (32), seorang guru berdedikasi di SLBN 1 Bantul, Yogyakarta, mengabdikan dirinya untuk memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya siswa tunanetra. Melalui metode pembelajaran langsung di dunia nyata, ia membekali mereka dengan keterampilan hidup yang esensial.

Belajar Mandiri di Mini Market

Kegiatan pembelajaran Nickita yang viral di media sosial adalah ketika ia mengajak murid-murid SD tunanetra berbelanja ke mini market terdekat. Kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan bagian integral dari kurikulum OMSK (Orientasi, Mobilisasi, Sosial, dan Komunikasi). Di sana, anak-anak diajarkan untuk mengenal berbagai barang, berinteraksi dengan kasir, menghitung uang, dan melakukan transaksi pembayaran secara mandiri.

Pembelajaran Kontekstual di Lingkungan Sekitar

Perjalanan menuju mini market juga dimanfaatkan Nickita untuk pembelajaran. Ia mengajarkan teknik mobilitas dengan tongkat yang benar, mengenalkan tanaman seperti Bunga Sepatu, serta melatih keberanian anak untuk berkomunikasi dengan warga sekitar. Pendekatan ini memastikan pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di lingkungan nyata mereka.

Mengatasi Tantangan dengan Kreativitas

Mengajar anak tunanetra memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam mendeskripsikan dunia visual kepada mereka. Nickita dengan sabar menjelaskan segala hal secara detail, mulai dari suara yang mereka dengar hingga lokasi dan bangunan yang mereka lewati, untuk memastikan anak-anak dapat membayangkan dan memahami lingkungannya dengan tepat.

Mempersiapkan Masa Depan dengan Teknologi

Pembelajaran tidak berhenti pada aktivitas dasar. Nickita menjelaskan bahwa untuk siswa yang lebih dewasa di tingkat SMP dan SMA, mereka akan dikenalkan dengan teknologi. Mereka diajarkan menggunakan laptop, HP, serta aplikasi praktis seperti Gojek dan Shopee Food untuk memesan makanan, mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan yang semakin digital.

Tujuan Akhir: Kemandirian Siswa

Semua usaha Nickita bermuara pada satu tujuan utama: kemandirian. Dengan mengajarkan keterampilan yang kontekstual dan fungsional, ia berharap anak-anak tunanetra dapat menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan percaya diri dan mandiri, siap menghadapi tantangan masa depan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar