Di sisi lain, pemerintah Rusia punya narasi berbeda. Mereka menyatakan rudal itu sengaja diarahkan ke sebuah pabrik perbaikan pesawat di wilayah Lviv, Ukraina barat. Alasannya? Klaim Moskow menyebut itu adalah balasan atas upaya Ukraina yang disebut ingin menyerang salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin. Klaim ini, tentu saja, langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak Ukraina.
Memang, Ukraina mengakui adanya serangan rudal ke area Lviv yang berbatasan dengan Polandia. Namun, mereka enggan mengonfirmasi apakah sasarannya benar-benar mengenai pabrik yang dimaksud Rusia.
Suara kritik juga datang dari sekutu AS. Pelaksana tugas Duta Besar Inggris, James Kariuki, menyebut serangan itu tindakan yang ceroboh.
"Serangan semacam ini jelas mengancam stabilitas regional dan global," tegas Kariuki. "Risiko eskalasi dan kesalahan kalkulasi jadi sangat besar."
Serangan Jumat lalu ternyata bukan cuma itu. Bersamaan dengan peluncuran rudal Oreshnik, Rusia juga memborbardir ibu kota Kyiv dengan serangan udara bertubi-tubi. Akibatnya tragis: setidaknya empat nyawa melayang. Parahnya lagi, separuh lebih bangunan tempat tinggal di kota itu kehilangan pasokan pemanas. Situasi yang sungguh mengenaskan, mengingat saat itu suhu musim dingin sedang sangat menggigit.
Artikel Terkait
UIN Suska Riau Pastikan Pelaku Pembacokan Mahasiswi Akan Diberhentikan
Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan Naik, Bantah Isu Dipangkas untuk Program Makan Gratis
Misbakhun Jalani Puasa Daud Konsisten Sejak Jadi Anggota DPR
Insanul Fahmi Akui Pisah Rumah dengan Inara Rusli, Fokus Rujuk dengan Istri Pertama