AS Kecam Rusia Gunakan Rudal Berpotensi Nuklir di Tengah Upaya Damai

- Selasa, 13 Januari 2026 | 20:10 WIB
AS Kecam Rusia Gunakan Rudal Berpotensi Nuklir di Tengah Upaya Damai

Di sisi lain, pemerintah Rusia punya narasi berbeda. Mereka menyatakan rudal itu sengaja diarahkan ke sebuah pabrik perbaikan pesawat di wilayah Lviv, Ukraina barat. Alasannya? Klaim Moskow menyebut itu adalah balasan atas upaya Ukraina yang disebut ingin menyerang salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin. Klaim ini, tentu saja, langsung dibantah mentah-mentah oleh pihak Ukraina.

Memang, Ukraina mengakui adanya serangan rudal ke area Lviv yang berbatasan dengan Polandia. Namun, mereka enggan mengonfirmasi apakah sasarannya benar-benar mengenai pabrik yang dimaksud Rusia.

Suara kritik juga datang dari sekutu AS. Pelaksana tugas Duta Besar Inggris, James Kariuki, menyebut serangan itu tindakan yang ceroboh.

"Serangan semacam ini jelas mengancam stabilitas regional dan global," tegas Kariuki. "Risiko eskalasi dan kesalahan kalkulasi jadi sangat besar."

Serangan Jumat lalu ternyata bukan cuma itu. Bersamaan dengan peluncuran rudal Oreshnik, Rusia juga memborbardir ibu kota Kyiv dengan serangan udara bertubi-tubi. Akibatnya tragis: setidaknya empat nyawa melayang. Parahnya lagi, separuh lebih bangunan tempat tinggal di kota itu kehilangan pasokan pemanas. Situasi yang sungguh mengenaskan, mengingat saat itu suhu musim dingin sedang sangat menggigit.


Halaman:

Komentar