Lansir Solar Ilegal di Sumbar: Andre Rosiade Ungkap Penyebab Kelangkaan & Langkah Penindakan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menanggapi serius keluhan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) terkait maraknya praktik pembelian BBM Solar bersubsidi secara ilegal atau yang dikenal dengan istilah 'lansir'. Menurutnya, praktik lansir Solar ini telah menyebabkan kelangkaan di berbagai daerah di Sumbar.
Pertamina Blokir Ribu-an Kendaraan Terduga Pelaku Lansir
Andre Rosiade mengungkapkan bahwa Pertamina telah mengambil langkah tegas dengan memblokir 3.500 nomor polisi kendaraan yang diduga kuat terlibat dalam praktik lansir BBM bersubsidi. Pernyataan ini disampaikannya usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Air Pacah, Koto Tangah, Kota Padang.
Sanksi Tegas untuk SPBU Nakal dan Koordinasi dengan Aparat
Lebih lanjut, Andre menyebut bahwa Pertamina Patra Niaga telah berulang kali memberikan sanksi kepada SPBU yang terbukti memfasilitasi penjualan Solar bersubsidi secara tidak tepat. Namun, ia menegaskan bahwa penindakan hukum sepenuhnya merupakan kewenangan kepolisian.
"Kami akan meminta Kapolda Sumbar untuk bekerja sama dengan Pertamina dalam melakukan penelusuran dan penindakan di lapangan," ujar politisi Fraksi Gerindra DPR RI tersebut.
Penyebab Kelangkaan Solar Subsidi Meski Kuota Naik
Andre Rosiade menduga kuat bahwa praktik lansir inilah yang menjadi biang keladi kelangkaan Solar, meskipun kuota BBM bersubsidi telah dinaikkan hingga 15%. Solar yang seharusnya untuk masyarakat umum, diduga dialihkan ke sektor yang tidak berhak seperti pertambangan, industri, atau perkebunan.
"Kalau masih langka, berarti ada yang tidak tepat sasaran. Ini harus kita tuntaskan bersama," tegasnya.
Harapan untuk Distribusi Solar yang Tepat Sasaran
Andre berharap kolaborasi yang erat antara Pertamina dan Polda Sumbar dapat memastikan distribusi Solar bersubsidi kembali sesuai peruntukannya. Dengan demikian, masyarakat yang benar-benar berhak dapat menikmati manfaat dari program subsidi pemerintah ini.
"Kami sangat berharap penegakan hukum terus dilakukan agar BBM subsidi bisa tepat sasaran," pungkas Andre Rosiade.
Artikel Terkait
Imlek 2026 Dirayakan 17 Februari, Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur
Forum Dialog MAJU:ON Dukung Penyelerasan Inovasi Startup dengan Kebijakan Energi Nasional
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Bijih Timah untuk Percepat Hilirisasi
Polres Inhu Luncurkan Bank Pohon sebagai Investasi Hijau Jangka Panjang