Udara malam di perbatasan Suriah kembali pecah oleh dentuman. Sabtu (10/1) lalu, Angkatan Udara Yordania melancarkan serangan udara ke sejumlah posisi Islamic State (ISIS) di dalam wilayah Suriah. Operasi ini, kata mereka, bagian dari upaya koalisi internasional pimpinan AS untuk menekan gerak-gerik kelompok ekstremis itu.
“Serangan tersebut dikoordinasikan dengan para mitra dalam kerangka koalisi internasional untuk menetralkan kemampuan kelompok teroris dan mencegah mereka melakukan konsolidasi ulang,”
begitu bunyi pernyataan resmi Angkatan Darat Yordania pada Minggu (11/1). Targetnya, menurut militer Yordania, adalah berbagai fasilitas ISIS yang tersebar di beberapa wilayah.
Sementara sorotan tertuju pada serangan udara itu, di Aleppo situasinya justru bergerak ke arah lain. Ratusan pejuang Kurdi akhirnya dievakuasi dari distrik Sheikh Maqsud. Wilayah itu, yang sempat jadi kantong pertahanan terakhir mereka di kota tersebut, sepenuhnya telah direbut oleh pasukan pemerintah.
Seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Suriah, yang enggan disebut namanya, mengonfirmasi ke AFP. “Ada 360 pejuang, plus lebih dari 59 orang yang terluka, dipindahkan ke wilayah otonomi Kurdi di timur laut,” ujarnya.
Tapi evakuasi bukan satu-satunya cerita. Penahanan juga terjadi.
Artikel Terkait
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi
Iran: Ratusan Ambulans Hancur, Kerugian Capai Jutaan Dolar
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang