“Sebanyak 300 orang Kurdi lainnya, termasuk anggota pasukan keamanan, ditahan,”
tambah pejabat anonim itu. Malam sebelumnya, koresponden AFP melaporkan iring-iringan bus penuh pria meninggalkan Sheikh Maqsud dengan pengawalan ketat. Semua ini jadi penutup dari bentrokan sengit yang berakhir dengan gencatan senjata dan kesepakatan penarikan pasukan Kurdi.
Memang, ISIS sudah tak lagi punya ‘negara’ sejak kekalahan teritorialnya dulu. Tapi jangan salah, kelompok ini masih berkeliaran. Basis mereka sekarang berpindah ke gurun-gurun terpencil Suriah, terus mengintai dan sesekali melancarkan serangan.
Namun begitu, sikap Washington justru tampak berubah. Presiden Donald Trump selalu skeptis dengan keberadaan militer AS di sana. Rencana Pentagon untuk memangkas separuh pasukan AS di Suriah sepertinya mengarah ke situ. Bahkan, utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut akhirnya AS mungkin cuma akan pertahankan satu pangkalan saja di negara yang sudah porak-poranda ini.
Jadi, sementara koalisi terus membombardir sisa-sisa ISIS, dan pemerintah Suriah mengonsolidasi kekuasaannya, masa depan keterlibatan pihak asing justru dipertanyakan. Situasinya tetap rumit, dan panas.
Artikel Terkait
Momen Metal dan Ciuman Hangat: Potret Keluarga Megawati di Tengah Rakernas PDIP
Di Balik Jeruji, Lil Reese Temukan Cahaya: Rapper Chicago Resmi Masuk Islam
Perjalanan 14 Tahun Al Munadi: Dari Dua Kelas Sederhana Menjadi Pusat Peradaban
Buku Gibran End Game Diserahkan ke Kemdikbud, Klaim Wapres Tak Punya Ijazah SMA