“Sebanyak 300 orang Kurdi lainnya, termasuk anggota pasukan keamanan, ditahan,”
tambah pejabat anonim itu. Malam sebelumnya, koresponden AFP melaporkan iring-iringan bus penuh pria meninggalkan Sheikh Maqsud dengan pengawalan ketat. Semua ini jadi penutup dari bentrokan sengit yang berakhir dengan gencatan senjata dan kesepakatan penarikan pasukan Kurdi.
Memang, ISIS sudah tak lagi punya ‘negara’ sejak kekalahan teritorialnya dulu. Tapi jangan salah, kelompok ini masih berkeliaran. Basis mereka sekarang berpindah ke gurun-gurun terpencil Suriah, terus mengintai dan sesekali melancarkan serangan.
Namun begitu, sikap Washington justru tampak berubah. Presiden Donald Trump selalu skeptis dengan keberadaan militer AS di sana. Rencana Pentagon untuk memangkas separuh pasukan AS di Suriah sepertinya mengarah ke situ. Bahkan, utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyebut akhirnya AS mungkin cuma akan pertahankan satu pangkalan saja di negara yang sudah porak-poranda ini.
Jadi, sementara koalisi terus membombardir sisa-sisa ISIS, dan pemerintah Suriah mengonsolidasi kekuasaannya, masa depan keterlibatan pihak asing justru dipertanyakan. Situasinya tetap rumit, dan panas.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pria di Sinjai Timur Diduga Aniaya Tetangga Gara-gara Sapi Masuk Kebun
LPDP Tegaskan Awardee Wajib Jaga Nama Baik Indonesia dan Kembali untuk Mengabdi
Levis Ajak Konsumen Bijak Gunakan THR untuk Belanja Fashion yang Awet
BI Siapkan Program Tukar Uang Kecil Jelang Ramadan 2026 di Bone