Alasan itu bagi Gus Nur sama sekali tak masuk akal. "Ini alasan yang tidak bisa diterima," katanya. "Jokowi itu bukan siapa-siapa dalam urusan ini. Urusan cekal mencekal kan ranahnya Imigrasi, bukan di Solo."
Suasana kekecewaan sangat terasa dalam pernyataannya selanjutnya. Gus Nur melihat ini sebagai bagian dari strategi politik yang licin. "Saya kecewa. Inilah cara strategi politik pecah belah. Rezim Jokowi memang mahir kalau urusan memecah-belah perjuangan," ucapnya dengan nada getir.
Di akhir, ia menyatakan sikap yang sangat teguh, bahkan dengan nada sedikit hiperbolis. "Ya silakan saja kalau semua pada akhirnya jadi 'Termul'. Seandainya seluruh penduduk bumi ini sowan ke rumah Jokowi, saya akan tetap sendiri. Tidak akan ke sana. Haram!"
Pernyataan Gus Nur ini ternyata masih panjang. Untuk paparan lengkapnya, bisa disimak dalam video yang beredar.
Artikel Terkait
Indonesia Tegaskan Fokus Bantu Gaza, Bukan Urusan Iuran di Dewan Perdamaian
Enam Tersangka Narkoba NTB, Termasuk Mantan Polisi, Diperiksa Bareskrim di Jakarta
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET
APPSI Perkuat Peran Stabilisasi Harga Pangan Dukung Program Pemerintah