Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran, Pedagang Tanah Abang Ungkap Alasannya

- Minggu, 11 Januari 2026 | 20:50 WIB
Gamis Bini Orang Jadi Tren Lebaran, Pedagang Tanah Abang Ungkap Alasannya

Kalau soal tren baju Lebaran, memang tak pernah ada habisnya. Setiap tahun selalu muncul sesuatu yang baru, atau setidaknya, dianggap baru. Ingat tahun lalu? Warna burgundy mendominasi hampir di setiap toko. Nah, untuk tahun ini, meski Ramadan masih beberapa minggu lagi, prediksi sudah mulai bertebaran. Dan sumbernya? Ya, dari para pedagang di Pasar Tanah Abang yang naluri bisnisnya jarang meleset.

Ngomong-ngomong soal prediksi, ada dua model yang disebut-sebut bakal naik daun. Yang pertama adalah model rompi lepas. Tapi, ada satu nama lain yang langsung menyita perhatian karena kedengarannya… ya, agak aneh. Namanya: "gamis bini orang".

Kedengarannya nyeleneh, iya. Tapi jangan salah, penamaannya ini justru sengaja dan punya logika sendiri.

"Karena kan yang pakainya pasti istri orang,"

Begitu penjelasan Sasqiah, seorang karyawan di toko Hagia Sophia, saat ditemui akhir pekan lalu. Cukup masuk akal juga, sih.

Dari segi tampilan, gamis ini justru terkesan sederhana. Polos, satu warna, dengan pilihan warna-warna soft yang kalem. Jauh dari kesan norak atau terlalu mencolok. Menurut Sasqiah, model yang dijual di tokonya ini adalah produksi sendiri.

"Ini kita punya konveksi sendiri,"

katanya. Soal harga, untuk satu potong gamis "bini orang" ini dibanderol Rp 150 ribu. Tentu saja harganya akan lebih miring kalau beli dalam jumlah banyak. Untuk grosir, harganya turun jadi Rp 135 ribu. Bahkan, kalau ambil sistem kodian, bisa didapat dengan Rp 125 ribu per potong.

Selain model yang viral itu, Sasqiah mencatat ada pesaing kuat: gamis model Malaysia. Ini juga banyak diburu pembeli yang mencari variasi.

Geliat Awal Musim

Yang menarik, geliat belanja ternyata sudah mulai terasa sejak awal tahun ini. Sasqiah mengaku ada peningkatan yang signifikan.

"Udah kelihatan sih peningkatannya. Peningkatannya sekitar dua sampai tiga kali lipat lah,"

Ia memperkirakan puncak keramaian akan terjadi pada pekan-pekan mendatang, bertepatan dengan libur panjang terakhir sebelum Ramadan tiba. Polanya sudah bisa ditebak.

"Biasanya kalau beberapa minggu mau puasa itu bakal ramai karena banyak yang belanja lebih dulu. Nanti ramai lagi pas pertengahan puasa,"

ujarnya menggambarkan siklus belanja yang sudah seperti tradisi tahunan.

Jadi, siap-siap saja. Tren "gamis bini orang" ini mungkin akan segera menghiasi beranda media sosial atau bahkan temu keluarga nanti di Lebaran. Siapa tahu?

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar