Dari balik layar di Jakarta, Megawati Soekarnoputri menyimak dengan seksama. Ketua Umum PDIP itu memantau langsung kondisi di Aceh pascabencana lewat sebuah sambungan video call. Ia berbicara dengan kader partai dan warga yang berada di atas Kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati, yang tengah berlabuh di Lhokseumawe.
Momen ini terjadi di sela-sela Rakernas partai di Ancol, Jakarta Utara, Minggu lalu. Tampak jelas, perhatiannya tertuju pada proses pemulihan di lapangan.
Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kerakyatan DPP PDIP, Sri Rahayu, yang berada di lokasi, langsung menyampaikan laporan. Menurutnya, layanan kemanusiaan ini dijalankan bareng kru kapal, tenaga medis, dan pengurus lokal PDIP. “Kami hari ini, Ibu, ada 800 orang lebih yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan, baik orang tua maupun anak-anak,” lapor Sri.
Tak cuma soal kesehatan. Untuk urusan perut, dapur umum juga sudah dibuka. “Dan kami sesuai dengan perintah Ibu, yang berobat kita siapkan untuk bingkisan dan sekaligus juga kita membuka dapur umum,” ungkapnya lagi.
Dialog dengan Nakhoda dan Daftar Penyakit Warga
Megawati lantas mengalihkan percakapan. Kali ini, ia berdialog langsung dengan Kapten Kapal, Hermanto Sinaga, untuk memastikan kesiapan operasional. “Terima kasih sekali ya. Terus masih bisa berjalan sampai berapa lama, sebelum kembali ke Jakarta?” tanyanya.
Kapten Hermanto menegaskan kesiapan kru. “Untuk itu tergantung nanti orderannya ke kapal, Bu. Kalau memang masih dibutuhkan di sini, kita siap untuk dari kru kapal, Bu,” jawabnya.
Di sisi lain, Mega juga berpesan soal logistik medis. Ia minta pencatatan kebutuhan obat dilakukan dengan cermat agar tidak terjadi kekosongan. “Dan begitu juga bagi mereka yang melakukan pengobatan dan lain sebagainya, itu untuk semuanya segera dicatat obat-obatan yang masih kurang,” tuturnya.
Lantas, penyakit apa yang paling banyak diderita warga? Sri Rahayu menjabarkan, “Sebagian besar sakitnya gatal, Ibu. Kemudian tekanan darah tinggi yang banyak. Sakit mata, kemudian diare.”
Artikel Terkait
Travelator YIA Mati Suri, Diduga Demi Lariskan Warung UMKM
Menjaga Marwah Bangsa: Ketika Keluhuran Batin Menjadi Fondasi Negara
Jalan Tol Menuju IKN Ambruk, Diduga Akibat Hujan Deras dan Pergerakan Tanah
Dunia Waspada: Langkah Trump ke Venezuela Buka Luka Lama Pengaruh Global AS