“Jadi sama security cuma diusir, enggak diminta nomor teleponnya, lain kali sudah kita imbau kalau ada begitu telepon dulu ke kita ke Polsek biar kita datang dari pihak kepolisian,” tegasnya.
Polisi juga mendorong korban atau saksi agar berani melapor. Tujuannya jelas, untuk menelusuri apakah ini dilakukan oleh pelaku yang sama secara berulang.
“Iya (korban) kita imbau (melapor) kalau emang ini lapor kan biar nanti ada kejadian yang sama atau apa tersangkanya sama berarti udah berapa kali kan,” tambah Suparmin.
Untuk saat ini, tim sudah memeriksa TKP. Mereka juga masih menyisir rekaman CCTV di sekitar area, berharap bisa mengidentifikasi wajah pelaku. “Kita sambil cek CCTV kan enggak ada nih, kita imbau aja sambil kita cari (pelaku),” tuturnya. Imbauannya juga kepada pengelola: pasang CCTV lebih banyak, dan amankan pelaku jika terulang sebelum polisi datang.
Pramono Minta Pelaku Dihukum Berat
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tak tinggal diam. Ia ikut angkat bicara dan menegaskan bahwa pelaku harus dihukum seberat-beratnya.
“Ya kalau itu dilakukan dan tertangkap, dihukum seberat-beratnya,” ujar Pramono dengan nada tegas, saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/1).
Artikel Terkait
Balai Besar POM Makassar Sita 96.000 Butir Obat Keras Ilegal
Pemkab Bone dan BPVP Bantaeng Gelar Pelatihan Koperasi untuk Seluruh Kecamatan
Gubernur Sulsel Resmi Buka MTQ ke-34, Diikuti 1.044 Peserta
Tiket Konser LANY di Jakarta Dibuka, Harga Mulai Rp850 Ribu