Mendagri Serahkan Gerobak dan Mi Instan, Pacu Pemulihan Aceh Tamiang

- Minggu, 11 Januari 2026 | 14:12 WIB
Mendagri Serahkan Gerobak dan Mi Instan, Pacu Pemulihan Aceh Tamiang

Di lapangan parkir Kantor Bupati Aceh Tamiang yang terik, Minggu (11/1) lalu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan konkret untuk korban bencana. Bukan sekadar seremonial, bantuan itu berupa ratusan gerobak dorong dan ribuan dus mi instan. Langkah ini jadi bagian dari upaya percepatan pemulihan daerah yang masih berjuang bangkit.

Secara rinci, ada 456 unit gerobak dorong yang dihibahkan. Fungsinya jelas: untuk membersihkan lumpur dan puing di permukiman padat, terutama di gang-gang sempit yang sulit dijangkau alat besar. Di sisi lain, 1.300 dus mi instan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan darurat pangan warga.

Menurut Tito, dampak bencana di Aceh Tamiang memang cukup besar. Namun begitu, ia melihat secercah harapan. Proses pemulihan mulai terlihat, meski perlahan.

“Pemerintahan sudah mulai jalan, ekonomi sudah mulai kelihatan. Warung, restoran, kemudian pasar sudah mulai buka, SPBU buka semua,” ujarnya.

Bagi Mendagri, tolok ukur pemulihan tak cuma soal infrastruktur fisik yang dibenahi. Yang tak kalah penting adalah bagaimana pemerintahan kembali berfungsi dan roda ekonomi masyarakat berputar lagi. Kantor pemerintahan, dalam pandangannya, punya peran sentral sebagai pengambil kebijakan dan pengelola sumber daya. Tanpa itu, semuanya akan berjalan lambat.

Nah, untuk mendorong semua itu, pemerintah pusat sudah mengucurkan anggaran tahap awal. Caranya pun dibuat lebih cepat.

“Saya mendapat informasi bahwa anggaran untuk Aceh Tamiang gelombang pertama itu tanpa melalui administrasi [terlebih dahulu], administrasi nyusul, uangnya duluan,” katanya.

Ia mendesak pemerintah daerah segera memanfaatkan dana itu. Prioritas utama? Membayar gaji pegawai. Dengan daya beli yang pulih, ekonomi lokal diharapkan ikut bergerak. Setelah itu, anggaran bisa dialihkan untuk perbaikan kantor yang rusak dan melengkapi peralatan kerja seperti komputer dan mebel.

Tak cuma uang, Kemendagri juga mengirim dua orang ahli keuangan daerah untuk mendampingi Pemkab. Tujuannya, membantu urusan administrasi dan koordinasi dengan DPRD setempat. Pendampingan ini diharapkan bisa mempercepat keputusan, tapi tetap mematuhi prinsip akuntabilitas.

Langkah lain juga sudah disiapkan. Mendagri menyebut akan ada tambahan personel TNI-Polri untuk pembersihan skala rumah tangga. Perlengkapan pendukung seperti ribuan pasang sepatu bot juga sedang dikirim.

“Supaya bisa bermanfaat dalam menghadapi pemulihan ini di tengah daerah yang masih becek-becek,” tandasnya.

Rupanya, pemulihan pascabencana memang seperti maraton. Butuh dukungan berlapis, dari hal teknis seperti gerobak dan mi instan, hingga dukungan anggaran dan SDM. Semua saling terkait untuk mengembalikan denyut kehidupan di Aceh Tamiang.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar