cerita Nazril, mengenang masa-masa sulitnya.
Namun begitu, lingkungan di Sekolah Rakyat rupanya berbeda. Sekolah ini memang dirancang untuk anak-anak dari keluarga paling membutuhkan. Di sini, Nazril menemukan dukungan yang ia perlukan.
“Ada teman saya selalu membimbing saya untuk membaca. Terus malam-malam itu belajar membaca di kamar, selalu membantu saya di kamar,”
katanya.
Perlahan tapi pasti, kemampuannya membaik. Bahkan, cita-citanya kini mengarah ke dunia usaha: ia ingin jadi pengusaha.
Dan yang tak disangka, Nazril mendapat kepercayaan besar. Dalam acara peresmian program Sekolah Rakyat yang rencananya dihadiri Presiden Prabowo Subianto, ia akan membacakan sebuah puisi. Tentu saja ini membuatnya grogi.
“Puisinya kan enggak terlalu banyak. Terus saya hafalin terus, udah beberapa bulan. Teksnya kan diubah-ubah terus, diganti-ganti. Nah, saya takut lupa teksnya dari mana. Jadi, saya hafalin lagi,”
tutupnya, menggambarkan usaha kerasnya untuk tampil sempurna di momen bersejarah itu.
Artikel Terkait
Trump Beri Ultimatum ke Kuba: Buat Kesepakatan, atau Hadapi Konsekuensi
Iran: Ratusan Ambulans Hancur, Kerugian Capai Jutaan Dolar
Jalur Peureulak-Lokop Kembali Dibuka, Akses Darurat Pulih Setelah Banjir Bandang
TNI-Polri Siapkan Petugas Haji 2026 dengan Gemblengan Semi-Militer