Ormasnya juga gemar membubarkan pengajian. Sok jadi hakim, seolah dapat mandat khusus dari langit untuk menentukan mana aliran yang benar dan mana yang sesat.
Ya ampun, kalau dipikir-pikir, kok bisa ya? Sungguh memalukan sekali.
Namun begitu, jangan buru-buru bersorak, wahai sahabat.
Jangan berharap dia akan menderita dan membusuk di balik jeruji besi. Kenyataannya, hidup di penjara bagi orang seperti dia belum tentu sengsara.
Saya tahu persis kondisi di dalam. Saya pernah merasakannya sendiri akibat kriminalisasi.
Percayalah, si maling haji ini kemungkinan besar tidak akan hidup susah di sana.
"Lho, kok bisa tidak adil begitu?"
Betul. Dunia memang seringkali tak adil. Tapi untukmu, wahai maling dana haji, jangan terlalu lelap dalam kenyamananmu.
Ingat ini baik-baik: walau kamu bisa selamat dari hukum dunia, ada pengadilan lain yang menantimu.
Di akhirat nanti, kamu akan berhadapan dengan keadilan yang mutlak dan sempurna. Tak ada yang bisa lolos atau menyuap.
Sampai jumpa di pengadilan akhirat!
(Jonru Ginting)
Artikel Terkait
Derita Warga Sawangan Usai Bentrok Suporter Ricuhkan Malam Minggu
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake