✍🏻 TERE LIYE
“Harapan saya, penulis sekaliber Tere Liye tidak menyamaratakan seluruh petugas pajak dengan kasus Gayus. Anggapan seperti itu jelas menyakiti hati banyak orang di lapangan yang jujur, punya komitmen, dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugas konstitusional mereka.”
Begitu kira-kira bunyi pernyataan seorang Menteri di September 2017 silam.
Waktu itu? Saya benar-benar naik pitam. Sampai-sampai bilang mau berhenti nerbitin buku.
Kalau dibaca sekarang, tulisan beliau itu terasa tulus. Personal. Dan sepertinya memang sedang mencari solusi, bukan sekadar menyindir.
Delapan tahun berlalu. Dan hari ini, saya ingin menanggapi tulisan itu khususnya paragraf yang saya kutip tadi dengan melihat operasi tangkap tangan (OTT) terbaru yang menjerat pegawai pajak.
Pertama-tama, saya tegaskan: Saya TIDAK PERNAH menganggap semua pegawai pajak itu sama kayak Gayus. Nggak ada sama sekali di pikiran saya. Kakak saya sendiri pensiunan pajak. Banyak juga teman dan tetangga yang bekerja di sana. Saya tahu betul bagaimana mereka berjuang untuk tetap lurus di jalan yang penuh godaan.
Artikel Terkait
Derita Warga Sawangan Usai Bentrok Suporter Ricuhkan Malam Minggu
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake