Soal kapan tepatnya jembatan itu akan dioperasikan, Pram belum bisa memberikan kepastian. Tapi ia menegaskan komitmennya.
“Urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu. Yang jelas sudah dibangun. Dan saya sebagai gubernur sekarang, bertanggung jawab untuk itu,”
tandas dia.
Sebuah Catatan Sejarah
JPO Sarinah bukan sembarang jembatan. Letaknya persis di depan gedung Sarinah, dan ini adalah JPO pertama yang pernah ada di Indonesia. Dulunya, jembatan ini punya nama lain: JPO Kartini.
Alasannya sederhana. Peresmiannya dilakukan pada 21 April 1968, bertepatan dengan hari lahir pahlawan nasional RA Kartini. Gubernur Jakarta kala itu, Ali Sadikin, yang meresmikannya.
Namun, riwayat jembatan ini sempat terputus. Di tahun 2022, pada era kepemimpinan Anies Baswedan, JPO Sarinah dibongkar dan ditutup. Wacana penataan kota dan estetika jadi alasan utamanya agar pemandangan ke arah Patung Selamat Datang dan bangunan-bangunan bersejarah di sekitarnya tak lagi terhalang.
Kini, babak baru untuk jembatan legendaris itu sepertinya akan segera dimulai.
Artikel Terkait
Ketua Gema Bangsa Usul Ganti Parliamentary Threshold dengan Ambang Batas Fraksi
Kapolri Tegaskan Persatuan Nasional Kunci Hadapi Dampak Krisis Global
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati