Di Korea Utara, posisi strategis 'direktur jenderal rudal' ternyata dipegang oleh seorang remaja. Bukan sembarang anak muda, melainkan putri dari pemimpin tertinggi negeri itu sendiri, Kim Jong Un. Gadis berusia 13 tahun itu, Kim Ju Ae, disebut-sebut telah bertindak dalam peran kunci tersebut.
Menurut laporan intelijen Korea Selatan yang dikutip oleh media Chosun Daily, meski secara administratif jabatan itu tercatat dipegang oleh Jang Chang-ha, kenyataannya berbeda. Dari informasi yang beredar, Ju Ae-lah yang kerap menerima pengarahan langsung dari para jenderal dan kemudian mengeluarkan perintah-perintah penting.
Keberadaan Ju Ae sebenarnya baru diakui secara terbuka oleh media pemerintah Pyongyang pada akhir 2022 silam. Saat itu, dia hanya disebut sebagai 'anak kesayangan' yang mendampingi sang ayah dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Namanya sendiri sampai sekarang belum pernah diumumkan secara resmi.
Namun begitu, kemunculannya yang terus berulang di acara-acara vital sudah berbicara banyak. Dari memantau uji coba rudal, inspeksi persenjataan, hingga menghadiri kongres partai. Semua itu menguatkan spekulasi bahwa dialah calon penerus tahta keluarga Kim.
Sebuah foto yang dirilis media pemerintah bahkan menunjukkan dia mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, mausoleum tempat kakeknya bersemayam. Dia datang bersama ayah dan ibunya, dikelilingi pejabat tinggi. Kunjungan simbolis itu seperti menegaskan posisinya dalam hierarki yang berkuasa.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Zakat Wajib, Ajak Umat Tingkatkan Kedermawanan Melampaui 2,5%
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Jelang Operasi Ketupat 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Buka Bazar Ramadan 2026 di Lhokseumawe, Dorong Brand Lokal
Anwar Abbas Ungkap Rahasia Sukses Chairul Tanjung: Kerja Hingga Tengah Malam