Di Korea Utara, posisi strategis 'direktur jenderal rudal' ternyata dipegang oleh seorang remaja. Bukan sembarang anak muda, melainkan putri dari pemimpin tertinggi negeri itu sendiri, Kim Jong Un. Gadis berusia 13 tahun itu, Kim Ju Ae, disebut-sebut telah bertindak dalam peran kunci tersebut.
Menurut laporan intelijen Korea Selatan yang dikutip oleh media Chosun Daily, meski secara administratif jabatan itu tercatat dipegang oleh Jang Chang-ha, kenyataannya berbeda. Dari informasi yang beredar, Ju Ae-lah yang kerap menerima pengarahan langsung dari para jenderal dan kemudian mengeluarkan perintah-perintah penting.
Keberadaan Ju Ae sebenarnya baru diakui secara terbuka oleh media pemerintah Pyongyang pada akhir 2022 silam. Saat itu, dia hanya disebut sebagai 'anak kesayangan' yang mendampingi sang ayah dalam peluncuran rudal balistik antarbenua Hwasong-17. Namanya sendiri sampai sekarang belum pernah diumumkan secara resmi.
Namun begitu, kemunculannya yang terus berulang di acara-acara vital sudah berbicara banyak. Dari memantau uji coba rudal, inspeksi persenjataan, hingga menghadiri kongres partai. Semua itu menguatkan spekulasi bahwa dialah calon penerus tahta keluarga Kim.
Sebuah foto yang dirilis media pemerintah bahkan menunjukkan dia mengunjungi Istana Matahari Kumsusan, mausoleum tempat kakeknya bersemayam. Dia datang bersama ayah dan ibunya, dikelilingi pejabat tinggi. Kunjungan simbolis itu seperti menegaskan posisinya dalam hierarki yang berkuasa.
Ikut Meresmikan Perumahan untuk Keluarga Prajurit
Baru-baru ini, Kim Jong Un kembali mengajak putrinya dalam sebuah acara kenegaraan. Mereka bersama-sama meresmikan distrik perumahan baru di Pyongyang yang dibangun khusus untuk keluarga tentara yang gugur. Konon, para prajurit itu bertempur di Ukraina bersama pasukan Rusia.
Media pemerintah menayangkan rekaman Kim berjalan di 'Jalan Saeppyol', mengunjungi rumah-rumah baru itu sambil ditemani Ju Ae. Dalam pidatonya, Kim berjanji untuk membalas jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk Tanah Air.
"Distrik ini adalah lambang semangat dan pengorbanan mereka," ujar Kim.
Dia menambahkan, rumah-rumah ini dimaksudkan agar keluarga yang ditinggalkan bisa hidup dengan bangga dan bahagia, mengenang suami atau putra mereka.
Proyek itu disebutnya sengaja dipercepat penyelesaiannya. Harapannya, kata Kim, sedikit bisa menghibur keluarga yang sedang berduka. Kehadiran Ju Ae di momen seperti ini bukan lagi sekadar pendampingan biasa. Itu adalah sebuah pernyataan. Perlahan namun pasti, gadis remaja itu sedang disiapkan untuk sesuatu yang jauh lebih besar di masa depan Korut.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Pancasila Pegangan Kokoh Indonesia di Tengah Fragmentasi Global
Polres Siak Bongkar Penipuan Batu Delima, Empat Tersangka Dibekuk, ASN Rugi Ratusan Juta
Gatot Nurmantyo Kenang Ryamizard Ryacudu: Mewujudkan Jalan di Aceh yang Sempat Dianggap Mustahil
Wakil Ketua MPR: Pemimpin Paripurna Harus Selesai dengan Dirinya Sendiri