[VIDEO]
Pertanyaan itu dilontarkan lewat akun Twitter @DokterTifa, dan langsung menyulut perhatian. Intinya sederhana, tapi terdengar mendesak: kenapa tim dokter kepresidenan diam saja?
Menurut cuitan itu, kondisinya sudah mengkhawatirkan. Rasa nyeri dan gatal yang disebutkan digambarkan begitu hebat, sampai-sampai sulit untuk tidak menggaruk. Yang bikin miris, justru orang-orang di sekitarnya dituding bersikap kejam. Mereka dianggap membiarkan sang "Hamba Allah" ini tetap tampil melayani para tamu, padahal penampilannya sudah jauh dari prima pucat dan kurus kering.
Nah, di sini dia punya solusi yang menurutnya mutlak. Dokter Tifa bersikeras, sudah berkali-kali menyuarakan, bahwa pasien ini harus segera dilarikan ke pusat terapi khusus autoimun di luar negeri. Amerika, Jerman, atau China disebut sebagai opsi. Pesannya singkat tapi tegas: jangan sampai penanganannya terlambat.
Tak lama setelahnya, akun lain bernama @matanira_ membagikan sebuah video pendek. Kontennya sepertinya terkait, memperkuat narasi yang sedang dibangun. Suasana yang tercipta dari kedua unggahan ini adalah satu hal: desas-desus dan keprihatinan yang menyebar cepat di linimasa.
Artikel Terkait
Hujan Tak Henti, Dua Jembatan di Donggala Putus Diterjang Banjir
Wajah Kita di Ujung Tangan AI: Pemerintah Tutup Akses Grok AI
Iran di Ambang Perubahan: Dari Protes Ekonomi ke Gugatan Sistem
Di Gereja Baciro, Perbedaan Ditangguhkan untuk Doa Bersama