Lalu, apa makna di balik figur ini? M. Prananda Prabowo, putra Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif, hadir untuk menjelaskan. Bagi dia, Barata bukan sekadar gambar atau boneka.
"Banteng Barata melambangkan kekuatan rakyat yang berakar pada persatuan, bergerak dengan kesadaran, dan bertindak demi keadilan serta kedaulatan bangsa," jelas Prananda.
Pernyataannya itu sekaligus menegaskan bahwa kehadiran maskot ini adalah buah dari proses kurasi yang panjang. Lebih dari sekadar representasi visual, Barata disebutnya sebagai sebuah komitmen ideologis. Jadi, ini soal narasi yang ingin terus disuarakan.
Di sisi lain, langkah PDIP ini menarik untuk diamati. Di tengah hingar-bingar politik praktis, mereka menyisipkan elemen kreatif yang punya cerita. Barata si banteng ber-hoodie itu kini punya tugas: mengingatkan, menyatukan, dan mungkin, menjadi wajah yang lebih ramah di mata publik.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Banjir Setengah Meter Rendam Puluhan Rumah di Baros
Iran di Ambang Jurang: Krisis Roti yang Berubah Jadi Pemberontakan
Indonesia Blokir Grok: Langkah Tegas Lawan Penyalahgunaan Deepfake
Gus Irfan Ingatkan Petugas Haji: Layani Jemaah, Bukan Cuma Nebeng Ibadah