Gus Yahya Buka Suara, Usai Adiknya Ditetapkan Tersangka Korupsi Haji
Jumat, 10 Januari 2026
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua Umum PBNU.
Berita penetapan tersangka oleh KPK terhadap mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, atau Gus Yaqut, tentu saja mengguncang. Tapi mungkin yang paling ditunggu adalah reaksi sang kakak, KH Yahya Cholil Staquf, yang tak lain adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Gus Yahya akhirnya angkat bicara. Menanggapi penetapan tersangka yang diumumkan KPK pada Jumat (9/1) itu, pria yang karib disapa Gus Yahya ini menyatakan sikapnya dengan cukup jelas. Di satu sisi, ada ikatan darah. Di sisi lain, ada tanggung jawabnya sebagai pemimpin organisasi Islam terbesar di negeri ini.
"Sebagai kakak tentu secara emosional saya ikut merasakan," ujarnya, seperti dikutip dari NU Online.
"Tapi masalah hukum terserah proses hukum. Saya sama sekali tidak ikut campur."
Pernyataannya singkat tapi tegas. Dia menyerahkan sepenuhnya kasus yang menjerat adik kandungnya itu kepada proses hukum yang berlaku. Tidak ada kata akan mengintervensi. Bahkan, dia dengan tegas memastikan bahwa PBNU sebagai organisasi sama sekali tidak terkait dengan kasus ini.
Menurutnya, tindakan individu, siapapun itu, tidak bisa serta merta dianggap mewakili organisasi.
Penetapan Gus Yaqut sebagai tersangka ini bukanlah proses yang kilat. KPK sudah menyelidiki dugaan korupsi pada kuota haji khusus ini hampir setahun lamanya. Barulah pada Agustus 2025 lalu, kasus ini naik status menjadi penyidikan. Dan seperti tradisi yang sudah dikenal publik, KPK kembali memilih hari Jumat untuk mengumumkan penetapan tersangka.
Bukan cuma Gus Yaqut yang kena. Staf khususnya di masa menjabat, Ishfah Abidal Aziz atau Gus Alex, juga ikut ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.
Artikel Terkait
Indonesia dan Turki Sepakati Aksi Nyata, Dari Gaza hingga Industri Pertahanan
Prajurit Gugur di Nduga, Ayah Banggakan Tekad Baja Anaknya yang Tak Pernah Menyerah
Megawati Bikin Heboh, Nyanyikan Cinta Hampa di Panggung Rakernas PDIP
Dendam Berdarah di Palangka Raya: Keponakan Tikam Paman Hingga Tewas